Atlet Ju-jitsu dari 9 Negara Bertarung di Mojokerto, Saling Mengunci Melumpuhkan Lawan
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Sebanyak 300 petarung dari tujuh negara terlibat ”perkelahian” sengit di GOR Seni Majapahit Mojokerto Sabtu (25/7/2026). Tak ada darah. Hanya muka yang memerah dan keringat yang mengucur deras.
Jangan salah sangka dulu. Yang terjadi bukanlah kerusuhan tapi turnamen Ju-Jitsu yang diikuti para atlet berbagai dari Indonesia dan mancanegara. Mereka mengikuti Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 diadakan di Pemkot Mojokerto.
Jujitsu adalah seni bela diri bertarung dengan menggunakan tenaga dan momentum untuk penyerang untuk menjatuhkan atau melumpuhkan lawan. Teknik yang digunakan ialah bantingan, kuncian sendi untuk melumpuhkan tangan atau kaki lawan, Cekikan menghentikan pernapasan atau aliran darah lawan serta pertarungan bawah yakni mengendalikan posisi lawan di atas matras.
Kejuaraan Ju-Jitsu Wali Kota Cup 2026 berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (26/7/2026). Acara itu merupakan kolaborasi Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto sekaligus penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
Ketua Panitia Pelaksana, Margi Waluyo, mengatakan bahwa turnamen ini mempertandingkan sekitar 160 kelas dari 5 kategori utama, yaitu Show System, Fighting System, Newaza, Contact Ju-Jitsu, dan kelas Master. Kategori usia mencakup kelompok anak-anak (mulai usia 8 tahun), remaja, dewasa, hingga senior.
"Hari pertama, fokus pada kelas Fighting System untuk kategori Festival Turnamen. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, pertandingan akan berlanjut ke kelas Open Turnamen untuk berbagai kategori lainnya," katanya.
Editor : Zainul Arifin