get app
inews
Aa Text
Read Next : Atlet Ju-jitsu dari 9 Negara Bertarung di Mojokerto, Saling Mengunci Melumpuhkan Lawan

Banjir Peserta dari 6 Daerah, Danrem Cup Jombang Jadi Magnet Baru Petembak Jatim

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:56 WIB
header img
Ajang Kejuaraan Menembak Danrem Cup 2026 di Lapangan Tembak Korem 082/CPYJ, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Foto: Mojokerto.iNews.id/Aries

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Komitmen melahirkan atlet menembak berkelas dunia dari Jawa Timur ditunjukkan secara konkret lewat ajang Kejuaraan Menembak Danrem Cup 2026. Berlokasi di Lapangan Tembak Korem 082 CPYJ, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, ajang itu melarang keterlibatan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun SEA Games.

Langkah itu diambil demi memberikan panggung seluas-luasnya bagi para petembak pemula dan talenta muda lokal yang selama ini belum tersentuh radar pembinaan profesional. Keputusan steril dari atlet kawakan merupakan strategi sengaja yang dirancang Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo.

Ia menekankan bahwa kejuaraan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 itu murni berfokus pada regenerasi atlet, bukan ajang pamer gelar bagi mereka yang sudah senior.

"Kami ingin mencari bibit baru. Jadi atlet yang sudah level PON maupun SEA Games tidak kami ikutsertakan," tegas Batara Alex Bulo saat ditemui secara langsung di lokasi acara, Sabtu (1/8/2026).

Penerapan aturan itu membuat peta persaingan menjadi sangat adil dan kompetitif bagi peserta amatir. Pembatasan tersebut memastikan bahwa piala dan predikat juara benar-benar jatuh ke tangan para pahlawan baru olahraga menembak Jawa Timur.

Meski diwarnai larangan peserta atlet papan atas, pesona ajang itu sama sekali tidak surut. Sebaliknya, antusiasme masyarakat justru meledak drastis. Ratusan pendaftar dari berbagai penjuru Jawa Timur, mulai dari Jombang, Mojokerto, Kediri, Lamongan, Bojonegoro, hingga Tuban, berbondong-bondong mengajukan diri untuk bertanding.

Sayangnya, terbatasnya durasi kompetisi yang hanya berlangsung selama satu hari penuh membuat panitia harus mengambil keputusan pahit dengan membatasi kuota peserta secara ketat.

"Yang mendaftar sebenarnya lebih dari 500 orang. Karena pelaksanaannya hanya satu hari, akhirnya kami batasi menjadi 160 peserta," ungkap Batara.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut