Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 12 SPPG Beroperasi di Kota Mojokerto, Masih Butuh Lima Lagi Untuk Program MBG
Advertisement . Scroll to see content

Atlet Ju-jitsu dari 9 Negara Bertarung di Mojokerto, Saling Mengunci Melumpuhkan Lawan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:42 WIB
  • author Zainul Arifin
Atlet Ju-jitsu dari 9 Negara Bertarung di Mojokerto, Saling Mengunci Melumpuhkan Lawan
Pertarungan atlet Ju-Jitsu di GOR Seni Majapahit Mojokerto. (Foto: Zainul Arifin)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Sebanyak 300 petarung dari tujuh negara terlibat ”perkelahian” sengit di GOR Seni Majapahit Mojokerto Sabtu (25/7/2026). Tak ada darah. Hanya muka yang memerah dan keringat yang mengucur deras.

Jangan salah sangka dulu. Yang terjadi bukanlah kerusuhan tapi turnamen Ju-Jitsu yang diikuti para atlet berbagai dari Indonesia dan mancanegara. Mereka mengikuti Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota  Mojokerto Cup 2026 diadakan di Pemkot Mojokerto.

Jujitsu adalah seni bela diri bertarung dengan menggunakan tenaga dan momentum untuk penyerang untuk menjatuhkan atau melumpuhkan lawan. Teknik yang digunakan ialah bantingan, kuncian sendi untuk melumpuhkan tangan atau kaki lawan, Cekikan menghentikan pernapasan atau aliran darah lawan serta pertarungan bawah yakni mengendalikan posisi lawan di atas matras.

Kejuaraan Ju-Jitsu Wali Kota Cup 2026 berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (26/7/2026). Acara itu merupakan kolaborasi Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto sekaligus penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.

Ketua Panitia Pelaksana, Margi Waluyo, mengatakan bahwa turnamen ini mempertandingkan sekitar 160 kelas dari 5 kategori utama, yaitu Show System, Fighting System, Newaza, Contact Ju-Jitsu, dan kelas Master. Kategori usia mencakup kelompok anak-anak (mulai usia 8 tahun), remaja, dewasa, hingga senior.

​"Hari pertama, fokus pada kelas Fighting System untuk kategori Festival Turnamen. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, pertandingan akan berlanjut ke kelas Open Turnamen untuk berbagai kategori lainnya," katanya.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan event itu diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet bela diri unggulan baru dari lokal Mojokerto yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

​"Kota Mojokerto sudah sempat mendapatkan medali emas pada turnamen PON Beladiri yang mewakili Jawa Timur. Ini merupakan sebuah kebanggaan. Dengan saat ini kita menjadi tuan rumah pada Wali Kota Cup Ju-Jitsu ini, atlet-atlet yang berprestasi akan lebih banyak lagi. Muncul bibit-bibit atlet baru ke depannya, sehingga akan semakin banyak lahir SDM berprestasi khususnya di bidang olahraga Ju-Jitsu tentunya dari putra daerah," katanya.

Ning Ita sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme para peserta. Menurutnya, kejuaraan itj diikuti lebih dari 300 atlet dari 25 klub, mewakili 15 kabupaten/kota di tujuh provinsi di Indonesia, dan atlet mancanegara dari Filipina dan Timor Leste.

Menurut Ning Ita, event itu tidak hanya menjadi ajang penjaringan bibit atlet berprestasi, etapi juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui meningkatnya kunjungan peserta beserta pendamping ke Kota Mojokerto.

"Turnamen kali ini kita harapkan mampu memberi dampak positif bagi perekonomian Kota Mojokerto melalui kehadiran ratusan atlet dari berbagai daerah. Pelaku UMKM, pengusaha kuliner, perhotelan, hingga transportasi tentu akan merasakan manfaatnya," kata Ning Ita saat membuka acara.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut