Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Majapahit di Tuban, Goa Suci dan Watu Gajah
Advertisement . Scroll to see content

Tahun 1950 Masyarakat Mendulang Emas di Trowulan, Setelah Habis Ganti Menjarah Batu Bata

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 11:49 WIB
  • author Nanda Alifya Rahmah
Tahun 1950 Masyarakat Mendulang Emas di Trowulan, Setelah Habis Ganti Menjarah Batu Bata
Contoh batu bata Majapahit. (Foto: ANTARA/Syaiful Arif)

Saat itulah batu bata yang ditemukan berserak di wilayah Trowulan mulai menjadi sasaran.  Masyarakat beralih menjadi pencari bata merah yaitu bata peninggalan Majapahit. 

Sebenarnya, batu bata merah ini tidakk lantas menawarkan nilai ekonomi yang tinggi.. Sebab diketahui bahwa batu bata temua itu tidak seluruhnya dijual.

Kebanyakan justru bata merah yang berhasil dikumpulkan dijadikan sebagai  bahan daur ulang. Yaitu bahan untuk membangun rumah atau ditumbuk untuk dijadikan semen merah campuran plester.

Saat stok bata merah Majapahit ini semakin jarang ditemukan, masyarakat beralih kembali. Kali ini profesi pembuat semen merah berganti menjadi pembuat batu bata menggunakan tanah yang berasal dari lahan mereka. 

Masyarakat mulai mengambil tanah sampai kedalaman tertentu. Sampai satu ketika lapisan tanah subur ditemukan dan sejumlah penggalian justru mengantar pada penemuan situs-situs Majapahit yang terkubur di kedalaman.

Editor: Trisna Eka Adhitya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut