Kedaulatan Pangan dari Jombang: Strategi PDIP Hadapi Krisis Iklim Lewat Riset Pertanian
Pihaknya berkomitmen untuk menjalin kerja sama strategis dengan para petani setelah proses perbanyakan benih menuju benih pokok dan benih sebar rampung sempurna.
"Nanti bila para petani menginginkan untuk mencoba, nanti kita ada kerja sama dengan para petani. Karena benih ini masih benih BD yang harus kami kembangkan untuk menjadi benih lagi, benih pokok, kemudian benih sebar yang nanti bisa dinikmati oleh seluruh petani di Indonesia," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyoroti pentingnya objektivitas ilmiah dalam menilai hasil panen raya ini. Di hadapan para kader dan masyarakat tani, Ganjar menilai pencapaian produktivitas 10 ton per hektare pada tahap uji coba demplot merupakan sebuah capaian yang sangat mengejutkan sekaligus membanggakan.
"Ini kan masih demplot. Variannya cukup banyak. Tapi kalau kemudian tadi kira-kira average bisa 10 ton, menurut saya itu sudah surprise, luar biasa," ungkap Ganjar Pranowo.
Kendati demikian, politisi senior PDI Perjuangan ini mengingatkan agar hasil tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai standar mutlak tanpa pengujian lanjutan.
Ganjar menekankan perlunya uji konsistensi melalui beberapa siklus musim tanam guna memastikan ketahanan dan stabilitas varietas terhadap dinamika cuaca.
"Ini akan kita teruskan, apakah kira-kira umpama 3-4 kali panen bisa konsisten. Kalau itu konsisten, fix, maka kita sebarkan," kata Ganjar.
Sebagai bentuk pengawalan politis dan teknis yang terukur, Ganjar menginstruksikan agar seluruh rangkaian budidaya dicatat secara rinci ke dalam buku catatan harian atau logbook. Dokumentasi ketat mulai dari kualitas benih, kondisi tanah, takaran pemupukan, hingga metode perawatan harus menjadi standar baku agar pola keberhasilannya dapat direplikasi oleh petani di berbagai wilayah Indonesia.
"Benihnya mesti konsisten seperti itu, kondisi tanahnya, pemupukannya, prosesnya, perawatannya. Kalau itu sama, maka rakyat tinggal meniru saja," pungkas Ganjar.
Editor: Arif Ardliyanto