Ardi memastikan kondisi para santri yang sempat dirawat kini berangsur membaik. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
“Untuk yang masih berada di ruang IGD saat ini tinggal tujuh orang, terdiri dari satu santri laki-laki dan enam santri perempuan. Kondisinya juga sudah stabil dan bisa berkomunikasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan emeriksaan lanjutan akan difokuskan pada uji laboratorium guna memastikan penyebab kejadian. Pemeriksaan laboratorium dan kultur bakteri biasanya memakan waktu 10 hari agar hasil akurat.
“Sampel yang kami kirim meliputi makanan, muntahan pasien, serta sampel air dari lingkungan pondok. Pemeriksaan laboratorium termasuk uji mikrobiologi untuk memastikan sumbernya," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
