JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Polres Jombang menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengungkap kasus keracunan massal santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.
Sebanyak 31 santri dilaporkan mengalami keracunan hingga mendapatkan perawatan medis di RS PKU Muhamadiyah Mojoagung pada Kamis (5/3/2026) malam setelah menyantap rawon dan telur saat buka puasa.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh para santri saat buka puasa di ponpes setempat, seperti nasi rawon beserta kuahnya, telur asin untuk diuji laboratorium.
“Semua sampel itu kami siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar dapat diketahui penyebabnya secara ilmiah,” kata Ardi.
Menurutnya, pemeriksaan awal melalui uji cepat atau rapid test telah dilakukan terhadap beberapa sampel makanan. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan indikasi adanya zat kimia berbahaya.
“Dari hasil rapid test sementara tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, sianida, nitrat maupun arsenik,” jelasnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
