Menuju Muktamar NU 2026 di Tambakberas, Ini Instruksi Bupati Jombang Kepada OPD
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, sebagai lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan pada 27–31 Agustus 2026, merupakan sebuah kehormatan, sekaligus kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.
Dalam pertemuan audiensi bersama panitia lokal, Kamis (16/7/2026), Bupati Warsubi menegaskan, jajaran Pemkab Jombang berkomitmen memberikan dukungan penuh demi menjamin kelancaran, kenyamanan, dan kondusifitas sepanjang acara berlangsung.
Bupati Warsubi menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) bersama seluruh OPD terkait untuk segera membangun koordinasi intensif dengan panitia lokal dan pemerintah desa.
Fokus instruksi Bupati Jombang mencakup pembentukan tim tanggap khusus lintas sektor untuk pengondisian lapangan, penyediaan fasilitas sanitasi penunjang berupa toilet portabel, serta manajemen pengelolaan sampah yang terpadu di sekitar area pondok pesantren.
Di sektor infrastruktur, dinas terkait diperintahkan untuk segera melakukan perbaikan jalan yang rusak serta mengoptimalkan sistem penerangan jalan umum (PJU) pada rute-rute strategis menuju lokasi utama.
Selain sukses penyelenggaraan, momentum teologis dan organisasional ini diyakini membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah.
Dari sektor ekonomi, kehadiran puluhan ribu muktamirin dan penggembira dari seluruh penjuru tanah air diproyeksikan akan menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal.
Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal dipastikan akan merasakan dampak ekonomi langsung, termasuk optimalisasi peran BUMDes Tambakrejo dalam mengelola potensi ekonomi desa selama acara berlangsung.
Di sisi lain, Muktamar NU ke-35 tahun 2026 ini juga menjadi katalisator percepatan pembangunan infrastruktur publik di Kabupaten Jombang, yang manfaat jangka panjangnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas pasca-event.
Secara sosiokultural, perhelatan ini semakin memperkokoh legitimasi historis Jombang sebagai rahim lahirnya Nahdlatul Ulama sekaligus menegaskan jatidiri Jombang sebagai "Kota Santri" yang inklusif, ramah, dan representatif dalam menyelenggarakan agenda-agenda berskala nasional maupun internasional.
Editor : Arif Ardliyanto