Jelang Muktamar NU 2026, Kiai Ponpes Darul Ulum: Kita Butuh Sosok Menghidupkan Marwah NU!
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) kian menghangat menjelang muktamar ke-35 dijadwalkan Agustus 2026. Berbagai manuver politik organisasi mulai bermunculan, baik dalam bentuk pencalonan diri secara terbuka maupun pengusungan figur-figur strategis yang dinilai memiliki pengaruh kuat di tingkat nasional maupun daerah.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib menegaskan bahwa warga NU membutuhkan sosok yang bisa menghidupkan organisasi, dalam situasi apapun.
"Jadi sosok yang bisa menghidupkan Marwah NU, Bukan yang hidup dari NU, yang memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," kata Gus Ulib kepada iNews.id di Jombang, Selasa (19/5/2026).
Gus Ulib menilai, figur yang tepat dan layak untuk dipertimbangkan memimpin NU adalah Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan.
Menurut dia, Gus Irfan tidak hanya memiliki kemampuan manajerial di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kombinasi antara kedekatan dengan akar pesantren karena dzurriyah pendiri NU.
"Beliau ini dzuriah Mbah Hasyim Asy'ari, pendiri NU. Juga memiliki kemampuan manajerial yang tidak perlu diragukan lagi. Kapabilitas dan integritasnya sangat layak untuk memimpin PBNU ke depan,” ujar Kiai Ponpes Darul Ulum Jombang ini.
Posisi Gus Irfan di kabinet Presiden Prabowo Subianto juga dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi NU dalam membangun komunikasi yang setara dengan pemerintah tanpa membuat NU kehilangan independensi sebagai organisasi masyarakat sipil.
Editor: Zainul Arifin