Muktamar NU 2026, Pesan Gus Ulib Jangan Pilih Tokoh yang Terlibat Konflik
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Nahdlatul Ulama (NU) akan segera menyelenggarakan Muktamar ke-35 pada Juli–Agustus 2026, didahului Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Jawa Timur, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib berpesan kepada pemilik hak suara di Muktamar NU untuk tidak memilih tokoh yang terlibat konflik di kepengurusan sebelumnya.
“Kami ini tidak punya hak suara, yang memiliki hak suara itu PCNU dan PWNU se-Indonesia. Pesan saya kepada PCNU dan PWNU, jangan memilih pihak yang terlibat konflik tersebut,” ujar Gus Ulib dalam keterangannya diterima, Sabtu (25/4/2026).
Gus Ulib berharap kepemimpinan Nahdlatul Ulama ke depan dipegang figur yang ideal, mampu menjaga marwah organisasi serta tidak memiliki konflik dengan kepengurusan sebelumnya.
Sebab, pesantren sebagai basis utama NU turut merasakan dampak ketika terjadi dinamika konflik di tingkat pusat, seperti yang terjadi pada periode kepemimpinan sebelumnya.
"Sebagai pengasuh pesantren sangat terdampak ketika terjadi konflik seperti sebelumnya. Jadi, selama yang memimpin bukan dari kelompok yang berkonflik dengan kepengurusan sebelumnya, bagi saya tidak ada masalah," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh dari kalangan struktural maupun kultural dikabarkan maju sebagai calon ketua umum PBNU. Diantaranya KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, serta KH Abdus Salam Shohib (Gus Salam), Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar.
Editor : Zainul Arifin