Namun, beberapa saat setelah pulang ke rumah, Rifai kembali keluar dengan membawa pisau dapur berukuran 25 cm dengan gagang kayu. Dia lari saat dihampiri Kepala Dusun Hadi Kuswoyo bersama Aiptu Abdul Rohman dan Sertu Heru.
Insiden kejar-kejaran hingga pergumulan pun tak terhindarkan lantaran Rifai berusaha melawan saat hendak ditangkap. Bahkan, Aiptu Abdul Rohman yang sempat terjatuh nyaris terkena tusukan pisau.
Berkat kesigapan petugas keamanan Rifai berhasil dilumpuhkan oleh bhabinkamtibmas Aiptu Abdul Rohman dan Babinsa Sertu Heru dengan dibantu warga setempat. Selanjutnya dibawa ke Mapolsek Sumobito. “Saya ucapkan terima kasih karena yang bersangkutan berhasil dilumpuhkan,” ujarnya.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, setelah dilakukan interogasi, diketahui bahwa Rifai mengalami gangguan mental. Terdapat sejumlah luka di tangan dan dadanya yang menunjukkan upaya bunuh diri dengan pisau yang dibawanya.
Saat diajak bicara, Rifai tampak marah-marah dan berbicara tidak jelas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan Rifai sedang mengalami depresi berat.
"Bahwa, Kepala desa Budugsidorejo bersama pihak keluarga Rifai datang ke Polsek Sumobito meminta Rifai dibawa ke RSJ lawang guna memeriksakan kesehatan kejiwaannya. Setelah ada kesepakatan, malam ini saudara Rifa'i diantarkan ke RSJ Lawang," katanya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
