Lebih lanjut Rita menambahkan, ada banyak faktor yang memicu insiden laka lantas di Kota Santri ini. Mulai dari faktor alam, jalan, kendaraan, pengemudi atau pengendara hingga teknologi. Namun, paling banyak disebabkan karena pengemudi yang mengawalinya dengan pelanggaran.
"Bisa karena pengemudi ugal-ugalan, hilang kesadaran mengantuk (kelelahan), tidak konsentrasi atau pelanggaran lalu lintas lain yang menyebabkan kecelakaan," tandas perempuan yang mulai bergabung dengan kepolisian pada 2002, silam ini.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menambahkan bahwa kepolisian terus berupaya menekan kasus laka lantas, khususnya melibatkan anak-anak muda. Upaya itu dengan rutin melakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan dan tertib berlalulintas di sekolah maupun pondok pesantren.
"Di berbagai kesempatan, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada di jalan raya. Jangan sampai menjadi korban lakalantas, terlebih sebagai pelaku. Keselamatan adalah paling utama dalam berkendara," kata AKBP Ardi.
Para orang tua juga diimbau agar waspada dan tidak sembarangan memberikan fasilitas kendaraan bermotor pada anak-anaknya yang masih bersekolah. Bagi masyarakat umum, diharapkan untuk terus tertib berlalulintas lintas agar tidak menjadi korban di jalanan.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
