Memprihatinkan, 249 Orang di Jombang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Zainul Arifin
Kecelakaan Maut Pikap Dan Truk di Jalur Arteri Jombang: 2 Nyawa Melayang, Satu orang Kritis. Foto: iNewsMojokerto/Jajang Sutris

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Angka Kasus kecelakaan lalu lintas di Jombang memprihatinkan. Betapa tidak, dari yang dicatat Polres Jombang hingga akhir 2025 kemarin, sebanyak 249 orang tewas di lokasi maupun di rumah sakit. Jumlah kasus itu naik dari tahun sebelumnya.

Data lakalantas itu disampaikan oleh kepala satuan lalu lintas Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari kepada iNews Jombang, Jumat (2/1/2026). 

"Korban meninggal dunia itu naik 4,18 persen dibanding tahun 2024 yang jumlahnya 239 orang. Kami prihatin dan berbelasungkawa kepada keluarga para korban," kata Rita.

Selain korban tewas yang jumlahnya naik, korban luka maupun kerugian materil juga meningkat. Rita menyebut, pada 2024 korban luka berat 5 orang, luka ringan 1.863 orang dan kerugian materiil Rp1.620.400.000. Sedangkan pada 2025 luka berat 10 orang dan luka ringan 2002, serta kerugian materil Rp2.179.645.750.

Meski fatalitas naik, Rita mengungkapkan jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Jombang, baik di jalan kabupaten, provinsi atau nasional menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

"Turun 16,58 persen. Tahun 2025 sebanyak 938 kejadian, dan tahun 2024 tercatat 1.116 kejadian. Ini seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas di jalan raya," ujarnya.

Lebih lanjut Rita menambahkan, ada banyak faktor yang memicu insiden laka lantas di Kota Santri ini. Mulai dari faktor alam, jalan, kendaraan, pengemudi atau pengendara hingga teknologi. Namun, paling banyak disebabkan karena pengemudi yang mengawalinya dengan pelanggaran. 

"Bisa karena pengemudi ugal-ugalan, hilang kesadaran mengantuk (kelelahan), tidak konsentrasi atau pelanggaran lalu lintas lain yang menyebabkan kecelakaan," tandas perempuan yang mulai bergabung dengan kepolisian pada 2002, silam ini.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menambahkan bahwa kepolisian terus berupaya menekan kasus laka lantas, khususnya melibatkan anak-anak muda. Upaya itu dengan rutin melakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan dan tertib berlalulintas di sekolah maupun pondok pesantren.

"Di berbagai kesempatan, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada di jalan raya. Jangan sampai menjadi korban lakalantas, terlebih sebagai pelaku. Keselamatan adalah paling utama dalam berkendara," kata AKBP Ardi.

Para orang tua juga diimbau agar was­pada dan tidak sembarangan memberikan fasilitas kendaraan bermotor pada anak-anaknya yang masih bersekolah. Bagi masyarakat umum, diharapkan untuk terus tertib berlalulintas lintas agar tidak menjadi korban di jalanan.

Editor : Zainul Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network