Penyandang Disabilitas Berkumpul di Mojokerto, Jadi Agen Perubahan Penanggulangan Bencana

Aries
Sejumlah penyandang disabilitas berkumpul di Rumah Rakyat Kota Mojokerto untuk menjadi agen perubahan penanggulangan bencana. Foto iNewsMokokerto/Aries

Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, menekankan bahwa paradigma ini harus diubah.

"ULD seharusnya menjadi gerakan membangun ketangguhan untuk ragam disabilitas agar lebih bermakna lagi. Kelompok disabilitas tidak boleh dipandang sebagai objek, tetapi harus diposisikan sebagai aktor yang terlibat aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi PB," ujar Pangarso saat ditemui di Mojokerto.

Pembentukan ULD sendiri merujuk pada Peraturan Kepala (Perka) BNPB Nomor 14 Tahun 2014 tentang Penanganan, Perlindungan, dan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Penanggulangan Bencana.

Hingga saat ini, baru terdapat lima ULD di Indonesia, yakni di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Team Leader SIAP SIAGA, Lucy Dickinson, menegaskan bahwa prinsip "Nothing without Us" (Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa kami) adalah seruan untuk transformasi. Prinsip ini melihat penyandang disabilitas bukan semata sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pemimpin penggerak strategi dan agen perubahan.

Editor : Zainul Arifin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network