Inilah Personel Gabungan Siaga Bencana Alam dan Karhutla di Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id– Polres Jombang menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam serta gelar sarana dan prasarana Tahun 2026. Apel itu diikuti ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, instansi pemerintah setempat serta relawan.
Apel dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto P, didampingi Bupati Jombang Warsubi dan dihadiri Dandim 0814 Jombang, Sat Radar 405, ADM Perhutani KPH Jombang dan relawan.
Dalam amanatnya, Kapolres Jombang menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Jombang memiliki potensi terjadinya berbagai bencana alam, terutama saat memasuki musim penghujan.
Beberapa potensi bencana itu di antaranya banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga karhutla yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian.
Menghadapi kondisi tersebut, diperlukan kesiapsiagaan dan langkah antisipasi sejak dini dari seluruh unsur, mulai pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, relawan hingga seluruh elemen masyarakat.
"Apel tanggap bencana ini bukan sekedar seremonial, melainkan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Jombang,” katanya.
AKBP Yanto juga menekankan sejumlah langkah penting yang harus dilaksanakan, di antaranya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan melalui pemetaan wilayah rawan bencana serta deteksi dini terhadap potensi terjadinya bencana alam.
“Utamakan keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas. Laksanakan langkah evakuasi secara cepat, terencana, dan humanis, khususnya terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas,” pesannya.
Yanto meminta kepada seluruh unsur meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, serta relawan guna mempercepat penyampaian informasi dan penanganan apabila terjadi bencana.
“Saya mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Jadikan sinergitas dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap potensi bencana. Kita harus selalu siap, karena bencana tidak dapat diprediksi secara pasti kapan dan di mana akan terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, kecepatan respons, ketepatan tindakan, serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana.
"Kami berharap seluruh elemen dapat terus meningkatkan kepedulian, kesiapsiagaan, dan kerja sama demi mewujudkan Kabupaten Jombang yang tangguh bencana serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat," tandasnya.
Editor: Arif Ardliyanto