Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jombang Siaga Darurat Kekeringan, Jajaran Instansi Diminta Perketat Kesiapsiagaan Kemarau Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Hujan di Jombang Pengaruh Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:12 WIB
  • author Zainul Arifin
Hujan di Jombang Pengaruh Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Karhutla
Ilustrasi hujan (inews)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai, di antaranya Jombang akhirnya diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Turunnya hujan ini pengaruh dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi yang berlangsung pada 24–29 Oktober 2026 itu dilakukan oleh pemerintah provinsi jawa timur (Jatim) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui penyemaian awan di sejumlah wilayah untuk memicu turunnya hujan sesuai kebutuhan.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan rekayasa cuaca telah dilakukan pemerintah provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi kebakaram lahan dan hutan (Karhutla)

"Kemarin sudah ditandai hujan itu adalah hasil rekayasa cuaca Pemprov (Jatim) dalam rangka mengantisipasi karhutla," kata Wikku, Rabu (38/10/2026).

Ia tidak menjelaskan terkait teknis hujan buatan itu. Sebab dalam ranah Pemerintah Provinsi. Namun, menurut Wikku langkah tersebut dilakukan menyusul kebakaran di sejumlah kawasan, termasuk Gunung Bromo, Gunung Arjuno, dan tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah Malang.

"Iya, ini terkait teknis mungkin dengan provinsi ya. Tapi kemarin kami diinformasikan karena banyaknya kebakaran di area Gunung Bromo, Arjuna, dan sekitarnya, terus juga TPA di Malang, ini perlu rekayasa cuaca untuk mengantisipasi agar tidak berkembang atau melebar ke mana-mana," jelasnya.

Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah provinsi disampaikan Wikku masih terus berlanjut. Tujuan utama adalah untuk memicu turunnya hujan guna membantu menekan Karhutla agar tidak meluas.

Ia menambahkan penetapan perkembangan musim tetap mengacu pada informasi resmi BMKG. "Kita masih menunggu rilis resmi dari BMKG. Ini sementara masih posisi kemarau," katanya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut