401 Peserta Muktamar ke-35 Jombang Pilih Ubah Mekanisme Pemilihan Pimpinan NU, Gus Hans Soroti AHWA
Di sisi lain, Gus Hans menilai seluruh kandidat masih memiliki peluang. Belum ada sosok yang dapat mengeklaim dirinya sebagai kandidat calon ketua umum terkuat karena komunikasi dengan para kiai yang tergabung dalam AHWA masih berlangsung.
"Semua masih terbuka. Belum bisa mengklaim siapa yang paling kuat. Semuanya tergantung komunikasi last minute kepada para kiai yang ada di AHWA," ujarnya.
Gus Hans juga menilai perubahan mekanisme pemilihan tidak serta-merta menghilangkan dugaan politik uang maupun intimidasi. Dia mengingatkan bahwa persoalan tersebut masih berada dalam ranah dugaan. "Proses ini kan kita bicara dugaan. Dugaan itu bisa saja akan terjadi atau sudah terjadi," katanya.
Dia mengatakan, perubahan sistem juga bisa saja merupakan hasil pengondisian dari pihak yang merasa memiliki potensi untuk menang melalui mekanisme tersebut.
"Dengan perubahan sistem ini bisa saja bahwa ini juga hasil dari pengondisian yang tidak gratis dari pihak yang menganggap dirinya akan memiliki potensi menang untuk menggunakan sistem yang ini," ujarnya.
Meski demikian, Gus Hans tidak ingin menyebut perubahan mekanisme tersebut sebagai bentuk manipulasi. Dia memilih menggunakan istilah pengondisian. "Saya tidak berani mengatakan bahwa ini adalah bagian dari manipulasi, tidak, tapi lebih tepatnya adalah hasil dari sebuah pengondisian," ujarnya.
Editor: Zainul Arifin