Gus Salam Sebut Ada Kekerasan saat Muktamar ke 35 NU di Jombang, Minta Dituntaskan Lewat Hukum
Ia juga menyebut sebagian orang yang diduga dikarantina merupakan Rais Syuriyah dari tingkat cabang maupun wilayah. Menurut Gus Salam perlakuan tersebut tidak layak terhadap peserta Muktamar, khususnya para ulama yang memiliki posisi struktural dalam organisasi.
Bahkan, Gus Salam menyebut pihak yang diduga melakukan kekerasan merupakan orang-orang yang disebutnya bagian dari panitia.
"Ini sebuah perlakuan yang tidak beradab kepada parai kiai dan peserta muktamar. Apalagi sebagian yang dikarantina kemarin adalah rais syuriyah, kiai kiai yang dihormati di NU, karena rais syuriyah adalah pemimpin tertinggi di masing masing tempat levelnya," katanya.
Sementara itu, korban kekerasan disebut telah menjalani pemeriksaan medis atau visum. "Kondisi korban sedang visum. Sudah keluar," ujarnya.
Ia menyebut terdapat luka pada bagian pipi korban, meski tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan medis tersebut. "Ini harus ditegakkan hukum. Harus agar tidak menjadi preseden buruk untuk masa depan NU," tegasnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra mengatakan bahwa dirinya masih akan melakukan pengecekan laporan tersebut. "Saya cek dulu ya," kata Magribi dihubungi.
Muktamar ke 35 NU dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 27 Hingga 31 Agustus 2026. Selain memilih pemimpin tertinggi NU, dalam forum tersebut juga merumuskan program organisasi selama lima tahun ke depan.
Editor : Zainul Arifin