Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Dia 9 Kiai Tim AHWA Penentu Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang
Advertisement . Scroll to see content

Gus Salam Sebut Ada Kekerasan saat Muktamar ke 35 NU di Jombang, Minta Dituntaskan Lewat Hukum

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:43 WIB
  • author Zainul Arifin
Gus Salam Sebut Ada Kekerasan saat Muktamar ke 35 NU di Jombang, Minta Dituntaskan Lewat Hukum
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam menyebut ada dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Gus Salam pun meminta kasus yang telah dilaporkan ke Polres Jombang itu dituntaskan secara hukum. 

Gus Salam mengatakan, korban merupakan seorang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Korban telah menceritakan kejadian tersebut kepada dirinya, tadi malam. Menurut dia, dugaan kekerasan tersebut berkaitan dengan sikap korban yang disebut tidak mengikuti arahan dari pengurus wilayah.

"Ada salah satu teman kami dari daerah yang mengalami kekerasan oleh PW (pengurus wilayah) nya. Daerah mana dan namanya dirahasiakan. Sudah dilaporkan kepada Polres Jombang," ujar Gus saat ditemui di Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Sabtu (29/8/2026), bersama sejumlah pengurus PCNU dan PWNU yang mendukungnya untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU.

Gus Salam mengungkapkan bahwa korban mengalami pemukulan. Namun, ia belum bersedia mengungkap secara rinci lokasi maupun kronologi kejadian. "Kekerasannya dipukuli," kata mantan wakil ketua PWNU Jawa Timur tersebut.

Ketika ditanya mengenai jumlah korban, Gus Salam mengatakan informasi yang secara resmi diterima pihaknya baru satu orang. Ia pun menyayangkan dugaan kekerasan itu, terlebih terjadi di tengah pelaksanaan Muktamar NU.  "Ada kekerasan di tengah-tengah Muktamar ini sangat memprihatinkan," katanya.

Selain dugaan kekerasan, Gus Salam juga menyoroti adanya peserta Muktamar yang menurut dia dikarantina sehingga tidak leluasa meninggalkan lokasi tertentu. Menurut dia, sejumlah peserta Muktamar seharusnya memiliki kesempatan untuk berziarah ke makam para masyayikh maupun bertemu keluarga dan kerabat di Jombang serta daerah lain di Jawa Timur.

"Mereka kesini ingin ziarah ziarah muassis, karena di karantina tidak bisa kemana-mana. Mereka ingin bertemu saudaranya di Jombang atau di Jawa Timur lainnya tidak bisa kemana-mana," katanya.

Ia juga menyebut sebagian orang yang diduga dikarantina merupakan Rais Syuriyah dari tingkat cabang maupun wilayah. Menurut Gus Salam perlakuan tersebut tidak layak terhadap peserta Muktamar, khususnya para ulama yang memiliki posisi struktural dalam organisasi.

Bahkan, Gus Salam menyebut pihak yang diduga melakukan kekerasan merupakan orang-orang yang disebutnya bagian dari panitia.

"Ini sebuah perlakuan yang tidak beradab kepada parai kiai dan peserta muktamar. Apalagi sebagian yang dikarantina kemarin adalah rais syuriyah, kiai kiai yang dihormati di NU, karena rais syuriyah adalah pemimpin tertinggi di masing masing tempat levelnya," katanya.

Sementara itu, korban kekerasan disebut telah menjalani pemeriksaan medis atau visum. "Kondisi korban sedang visum. Sudah keluar," ujarnya.

Ia menyebut terdapat luka pada bagian pipi korban, meski tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan medis tersebut. "Ini harus ditegakkan hukum. Harus agar tidak menjadi preseden buruk untuk masa depan NU," tegasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra mengatakan bahwa dirinya masih akan melakukan pengecekan laporan tersebut. "Saya cek dulu ya," kata Magribi dihubungi.

Muktamar ke 35 NU dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 27 Hingga 31 Agustus 2026. Selain memilih pemimpin tertinggi NU, dalam forum tersebut juga merumuskan program organisasi selama lima tahun ke depan.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut