Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Dia 9 Kiai Tim AHWA Penentu Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang
Advertisement . Scroll to see content

Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang Harapkan Pemimpin NU Dari Keturunan Pendiri, Ini Alasannya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:26 WIB
  • author Zainul Arifin
Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang Harapkan Pemimpin NU Dari Keturunan Pendiri, Ini Alasannya
Pengasuh Pesantren At-Tahdzib Ngoro, Jombang, KH Ahmad Masruh. (Foto: Zainul Arifin)

Meski menyebut faktor keturunan pendiri sebagai nilai tambah, Kiai Masruh menegaskan bahwa status dzurriyah ulama bukanlah syarat mutlak untuk menjadi ketua umum PBNU. Dia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada muktamirin.

Menurutnya, para muktamirin yang memiliki hak suara merupakan sosok-sosok yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam organisasi. Ia pun meyakini proses pemilihan akan menghasilkan figur terbaik untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan.

"Saya yakin para muktamirin dan para pemilih itu orang-orang baik dan orang-orang yang memiliki pengetahuan. Mereka tentu bisa menentukan siapa yang paling tepat memimpin NU ke depan," ujarnya.

KH Ahmad Masruh berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib. Ia juga berharap forum permusyawaratan tertinggi tersebut mampu menghasilkan berbagai keputusan strategis yang membawa manfaat bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama dan umat Islam secara luas.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi NU saat ini semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, dibutuhkan berbagai rumusan kebijakan yang mampu memperkuat peran organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan.

"Semoga Muktamar berjalan baik, aman, tertib, dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin. Harapannya NU semakin maju, semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat, dan membawa keberkahan bagi umat," tuturnya.

Kiai Masruh mendoakan agar Muktamar ke-35 NU tahun ini melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa organisasi semakin maju, kuat, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

"Saya hanya bisa mendoakan. Semoga terpilih pemimpin yang mampu membawa NU semakin baik, semakin maju, dan semakin dipercaya masyarakat," pungkas pengasuh pesantren At-Tahdzib ini.

Muktamar NU ke 35 akan dilaksanakan pada 27-31 Agustus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang. Selain keturunan para pendiri NU, sejumlah nama lain juga bermunculan, di antaranya petahana Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kiai Zulfan Mustofa wakil ketua umum sekarang, Gus Yusuf Khudhori dari Pesantren Tegalrejo Magelang, dan lainnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut