Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang Harapkan Pemimpin NU Dari Keturunan Pendiri, Ini Alasannya
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang, KH Ahmad Masruh mengharapkan Muktamar ke-35 NU 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 dapat melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa organisasi semakin maju, kuat, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Selain itu, Kiai Masruh juga memiliki harapan pribadi yakni salah satu putra terbaik Jombang mendapat amanah memimpin PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Terlebih sosok itu merupakan Dzurriyah atau keturunan para pendiri NU yang muncul dalam bursa calon ketua umum PBNU saat ini.
Di antaranya, pengasuh pondok pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), cucu dari KH Bisri Syansuri. Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) yang merupakan Dzurriyah atau keturunan KH Hasyim Asy'ari.
"Kalau harapan pribadi saya, andaikan yang terpilih berasal dari Jombang dan merupakan keturunan para pendiri NU tentu akan sangat membanggakan. Tetapi itu bukan keharusan," kata Kiai Masruh.
Menurut kiai Masruh, figur-figur tersebut memiliki rekam jejak yang baik, baik dalam dunia pesantren maupun pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Selain itu, keturunan para pendiri memiliki ikatan emosional dan rasa tanggung jawab lebih besar terhadap keberlangsungan organisasi.
"Bukan berarti harus dzurriyah. Tidak harus. Tetapi biasanya keturunan pendiri memiliki rasa tanggung jawab lebih karena merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan mengembangkan organisasi yang didirikan para leluhurnya," ujar putra pertama dari almarhum KH. Ihsan Mahin ini.
Kiai Masruh secara khusus juga menyoroti sosok Gus Irfan cucu dari KH Hasyim Asy'ari. Menurutnya, pengalaman di pemerintahan menjadi salah satu modal penting dalam memimpin NU. Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi salah satu catatan positif yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan Gus Irfan.
"Gus Irfan memiliki pengalaman yang luas. Beliau juga keturunan pendiri NU dan saat ini dipercaya menjadi Menteri Haji. Itu menunjukkan kapasitas dan kepercayaan yang diberikan negara kepada beliau. Saya bertemu dengan beberapa jemaah haji yang mengatakan bahwa pelaksanaan haji tahun ini berjalan baik dan nyaman. Itu tentu menjadi prestasi yang patut diapresiasi," katanya.
Editor: Zainul Arifin