Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Dia 9 Kiai Tim AHWA Penentu Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU Jombang
Advertisement . Scroll to see content

Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang Harapkan Pemimpin NU Dari Keturunan Pendiri, Ini Alasannya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:26 WIB
  • author Zainul Arifin
Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang Harapkan Pemimpin NU Dari Keturunan Pendiri, Ini Alasannya
Pengasuh Pesantren At-Tahdzib Ngoro, Jombang, KH Ahmad Masruh. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang, KH Ahmad Masruh mengharapkan Muktamar ke-35 NU 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 dapat melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa organisasi semakin maju, kuat, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Selain itu, Kiai Masruh juga memiliki harapan pribadi yakni salah satu putra terbaik Jombang mendapat amanah memimpin PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Terlebih sosok itu merupakan Dzurriyah atau keturunan para pendiri NU yang muncul dalam bursa calon ketua umum PBNU saat ini.

Di antaranya, pengasuh pondok pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), cucu dari KH Bisri Syansuri. Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) yang merupakan Dzurriyah atau keturunan KH Hasyim Asy'ari.

"Kalau harapan pribadi saya, andaikan yang terpilih berasal dari Jombang dan merupakan keturunan para pendiri NU tentu akan sangat membanggakan. Tetapi itu bukan keharusan," kata Kiai Masruh.

Menurut kiai Masruh, figur-figur tersebut memiliki rekam jejak yang baik, baik dalam dunia pesantren maupun pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Selain itu, keturunan para pendiri memiliki ikatan emosional dan rasa tanggung jawab lebih besar terhadap keberlangsungan organisasi.

"Bukan berarti harus dzurriyah. Tidak harus. Tetapi biasanya keturunan pendiri memiliki rasa tanggung jawab lebih karena merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan mengembangkan organisasi yang didirikan para leluhurnya," ujar putra pertama dari almarhum KH. Ihsan Mahin ini.

Kiai Masruh secara khusus juga menyoroti sosok Gus Irfan cucu dari KH Hasyim Asy'ari. Menurutnya, pengalaman di pemerintahan menjadi salah satu modal penting dalam memimpin NU. Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi salah satu catatan positif yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan Gus Irfan.

"Gus Irfan memiliki pengalaman yang luas. Beliau juga keturunan pendiri NU dan saat ini dipercaya menjadi Menteri Haji. Itu menunjukkan kapasitas dan kepercayaan yang diberikan negara kepada beliau. Saya bertemu dengan beberapa jemaah haji yang mengatakan bahwa pelaksanaan haji tahun ini berjalan baik dan nyaman. Itu tentu menjadi prestasi yang patut diapresiasi," katanya.

Meski menyebut faktor keturunan pendiri sebagai nilai tambah, Kiai Masruh menegaskan bahwa status dzurriyah ulama bukanlah syarat mutlak untuk menjadi ketua umum PBNU. Dia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada muktamirin.

Menurutnya, para muktamirin yang memiliki hak suara merupakan sosok-sosok yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam organisasi. Ia pun meyakini proses pemilihan akan menghasilkan figur terbaik untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan.

"Saya yakin para muktamirin dan para pemilih itu orang-orang baik dan orang-orang yang memiliki pengetahuan. Mereka tentu bisa menentukan siapa yang paling tepat memimpin NU ke depan," ujarnya.

KH Ahmad Masruh berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib. Ia juga berharap forum permusyawaratan tertinggi tersebut mampu menghasilkan berbagai keputusan strategis yang membawa manfaat bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama dan umat Islam secara luas.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi NU saat ini semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Karena itu, dibutuhkan berbagai rumusan kebijakan yang mampu memperkuat peran organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan.

"Semoga Muktamar berjalan baik, aman, tertib, dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin. Harapannya NU semakin maju, semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat, dan membawa keberkahan bagi umat," tuturnya.

Kiai Masruh mendoakan agar Muktamar ke-35 NU tahun ini melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa organisasi semakin maju, kuat, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

"Saya hanya bisa mendoakan. Semoga terpilih pemimpin yang mampu membawa NU semakin baik, semakin maju, dan semakin dipercaya masyarakat," pungkas pengasuh pesantren At-Tahdzib ini.

Muktamar NU ke 35 akan dilaksanakan pada 27-31 Agustus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang. Selain keturunan para pendiri NU, sejumlah nama lain juga bermunculan, di antaranya petahana Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kiai Zulfan Mustofa wakil ketua umum sekarang, Gus Yusuf Khudhori dari Pesantren Tegalrejo Magelang, dan lainnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut