2 Orang Tewas Kecelakaan Beruntun Kontainer Rem Blong di Jombang, Sopir Tersangka
Nurul Iman menjelaskan, dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur mengarah kesengajaan pada sopir kontainer bernopol B 9188 PEU, sehingga penyidik menerapkan pasal tersebut dan melakukan penahanan terhadap ABD.
Menurutnya, hasil pemeriksaan kondisi kendaraan didapati rem kurang berfungsi dengan baik karena tidak dilakukan perawatan sebagaimana mestinya. Nurman, panggilan akrabnya menyebut, sopir truk telah mengetahui rem bermasalah namun tidak diperbaikinya di bengkel.
"Sebelum kejadian atau saat perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, sopir sempat berhenti di daerah Ngawi untuk memperbaiki rem sendiri, padahal seharusnya di bengkel. Kemudian, saat perjalanan kembali dari Surabaya, terjadilah kecelakan di Jombang," jelas Nurman.
Menurut Nurman, tersangka saat kejadian melaju dari arah Surabaya di lajur kiri. Tepat di depan pabrik sepatu Pei Hai, menabrak dari belakang sepeda motor Honda Vario Nopol S 5628 OCY, Yamaha Vega R nopol S 2181 OY serta honda beat nopol S 4948 ON yang berhenti di lajur kiri. Selain itu menghantam empat pejalan kaki yang berjalan di tepi jalan sebelah selatan.
"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian 2 orang karyawan pabrik. Sedangkan jumlah korban luka-luka 6 orang," kata Nurman.
Dua korban tewas yaitu MS (26), penumpang motor Vario warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan dan Popy DM, (23) pejalan kaki warga Desa Kedunglosari Kecamatan tembelang.
Adapun korban luka, pemotor Vario, EP (32) warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan; pemotor Vega R, SBR (47) warga Desa Brudu Kecamatan Sumobito; pemotor beat SD (59), warga Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno; dan tiga pejalan kaki R IDA (22), warga Desa Balongsari Kecamatan Megaluh; SGR (36), warga Desa Ngogri Kecamatan Megaluh dan MS (38) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro, Jombang.
Editor : Zainul Arifin