get app
inews
Aa Text
Read Next : Kunker di Jombang Zulhas Ungkap Ketimpangan Program MBG, Sekolah Umum 85 % Madrasah 15 %

Kandang Bebek Program Adiwiyata SDN Losari Jombang Diprotes Warga Karena Bau

Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:27 WIB
header img
Warga memasang poster sebagai bentuk protes terhadap peternakan bebek di SDN Losari Jombang yang menimbulkan polusi bau. Foto Mojokerto.iNews.id/Aries

Merespons keresahan tetangga sekolahnya, Kepala SDN Losari, Nasir berjanji segera mencari solusi terbaik agar kenyamanan warga kembali pulih tanpa harus mengorbankan proses belajar-mengajar para siswa. Sekolah berkomitmen mengadopsi teknik peternakan yang lebih modern guna menekan bau kotoran bebek.

"Kami siap menyelesaikan masalah ini. Keluhan warga kami jadikan tantangan untuk berbenah. Kami akan mencari cara dan menerapkan teknik beternak modern yang bisa mengurangi bau secara signifikan. Memang bau peternakan tidak bisa hilang total, tapi kami berkomitmen untuk meminimalkannya agar warga sekitar kembali nyaman," katanya.

Nasir menjelaskan, keberadaan puluhan bebek itu murni program edukasi lingkungan hidup dan kewirausahaan. Setelah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional tahun lalu, saat ini sekolah sedang berjuang menuju tingkat Mandiri dengan fokus pada program Keanekaragaman Hayati.

"Kami mengelola bebek ini sebagai media pembelajaran siswa kelas IV, V, dan VI. Mereka belajar cara memberi makan, mengambil telur, mencuci, hingga mengolahnya menjadi telur asin. Hasilnya pun dinikmati kembali oleh anak-anak," jelas Nasir.

Nasir juga menepis isu miring yang beredar di masyarakat mengenai fungsi kandang tersebut. Ia menegaskan bahwa peternakan mini ini tidak ditujukan untuk mencari keuntungan finansial, apalagi menjadi penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.

"Ini murni untuk pembelajaran praktik anak-anak, bukan untuk stok MBG atau tujuan komersial," tegasnya.

Dalam operasional harian, para siswa bergantian melakukan piket dengan didampingi guru serta penjaga sekolah. Pihak sekolah juga memanfaatkan sisa makanan bersih dari program MBG sebagai pakan tambahan di samping pakan konsentrat agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut