Muktamar NU 2026 di Jombang, Elit PBNU yang Berkonflik Agar Tidak Memaksakan Diri untuk Maju
Dalam pandangannya, Gus Ulib menyebut, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI) KH Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, adalah figur yang memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU ke depan.
Gus Irfan memiliki latar belakang keluarga besar pendiri NU. Pengalaman organisasi juga sangat serta jaringan nasional yang luas. Yang paling penting tidak terlibat dalam konflik internal.
“Saya melihat Gus Irfan sebagai sosok yang tidak ambisius. Tetapi justru karena itu beliau memiliki peluang besar untuk diterima banyak pihak,” ujarnya.
Menurutnya, karakter kepemimpinan yang tenang dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok menjadi nilai penting untuk memimpin organisasi sebesar Nahdlatul Ulama.
“Beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan. Itu yang paling penting saat ini. NU membutuhkan figur yang mampu merangkul, bukan memperlebar jarak di antara sesama warga nahdliyin,” ujarnya.
Pun demikian, keputusan akhir tetap berada di para peserta Muktamar. Gus Ulib berharap Muktamar ke 35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kembali persaudaraan antarwarga NU.
Editor : Zainul Arifin