Saat Rindu Menjadi Rasa, Warung Kopi Ini Sulap Sydney Jadi Indonesia Lewat Kopi Kuliner Nusantara
Mantan Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin menilai makanan dan minuman merupakan media paling efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
"Saya turut senang dapat meresmikan Warung Kopi Halal Pandawa di Sydney. Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya rempah-rempah. Cara paling mudah memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia adalah melalui makanan dan minuman. Kehadiran Pandawa Cafe menjadi langkah tepat untuk memperkenalkan kebesaran Indonesia di Australia," katanya.
Sementara itu, Dr. Siswoyo Pramono, Duta Besar RI untuk Australia dan Republik Vanuatu, menilai kehadiran Pandawa bukan hanya menghadirkan kuliner, tetapi juga mengobati kerinduan masyarakat Indonesia yang tinggal di Negeri Kanguru.
"Hadirnya warung kopi dan makanan ringan Indonesia yang ditawarkan di Pandawa mengobati rindu akan kenikmatan warung kopi Indonesia di Australia," ujar Dr. Siswoyo Pramono.
Senada, Lily Tenacious Wijono menjelaskan seluruh sajian di Pandawa menggunakan bahan dan cita rasa khas Indonesia agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati pengalaman kuliner Nusantara tanpa harus pulang ke Tanah Air.
"Sajian aneka snack tradisional di Warung Kopi Halal Pandawa, serta kopi Arabika pilihan yang kami bawa langsung dari Indonesia, kini dapat dengan mudah dinikmati di Pandawa Sydney," ungkap Lily.
Di akhir acara, Sugiarto Wijono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Abah Yai Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin, Bapak Dr. Siswoyo Pramono, dan Bapak Pendekar Muda Leonard Sondakh atas dukungan yang diberikan. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkenalkan makanan, minuman, dan budaya Indonesia kepada masyarakat Australia," tuturnya.
Pembukaan Pandawa Warung Kopi Halal menjadi langkah baru dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui kuliner. Lebih dari sekadar tempat menikmati kopi, Pandawa menghadirkan suasana yang mampu mengobati rasa rindu terhadap kampung halaman sekaligus mengenalkan kekayaan cita rasa Nusantara kepada dunia.
Editor: Zainul Arifin