Pengasuh Ponpes di Jombang Soroti Mubes dan Konbes NU di Kediri, Ricuh Tidak Beretika!
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Jombang, KH Zainul Ibad As'a (Gus Ulib), menyampaikan kritik tajam terhadap suasana pelaksanaan Musyawarah besar (Mubes) dan konferensi besar (Kombes) Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri.
Sebab, agenda besar itu penuh ketegangan hingga sempat ricuh sebelum berakhir. Sejumlah peserta terlibat aksi saling dorong, dipicu kesalahpahaman akibat ketok palu pimpinan sidang yang langsung memutuskan Muktamar.
Perdebatan dalam forum berkembang menjadi adu argumentasi. Suasana yang memanas memicu aksi saling dorong antarpeserta. Mereka pun langsung diamankan oleh petugas keamanan yang bertugas mengawal jalannya sidang.
Gus Ulib menilai acara tersebut jauh dari ekspektasi akar rumput dan justru mempertontonkan sejumlah insiden yang minim cerminan akhlak ulama.
"Sepertinya (kegaduhan itu) tidak dirasakan para petinggi NU. Tidak ada satupun pernyataan atau kalimat permintaan maaf. Mereka seakan terkesan tidak merasa bersalah atas ketidaknyamanan yang dirasakan seluruh jam'iyah selama satu periode ini," ungkap Gus Ulib kepada iNews.id di Jombang, Sabtu (27/6/2026).
Menurut dia, mayoritas warga Nahdliyin yang hadir menantikan adanya pernyataan menyejukkan dari para petinggi PBNU. Akar rumput berharap ada permintaan maaf terbuka dari Ketua Umum maupun Rais Aam atas berbagai kegaduhan dan dinamika internal yang membuat suasana tidak nyaman selama satu tahun terakhir. Namun, harapan tersebut kandas karena tak ada satu pun penyataan yang mengarah ke sana.
Editor : Zainul Arifin