Dugaan Aksi Premanisme Perusahaan di Jombang, Kapolres: Kita Proses Sesuai Prosedur Hukum
Berdasarkan laporan, peristiwa dugaan premanisme terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 23.40 WIB. Kronologi kejadian bermula saat empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK diduga masuk ke kawasan operasional pabrik melalui gerbang depan tanpa izin tertulis maupun lisan.
Saat para terlapor masuk, dua petugas keamanan pabrik, Haki dan Mat Iksan, sedang berada di area belakang untuk mengawal truk molen yang mengangkut cor beton pembangunan fasilitas penunjang.
Setelah berhasil masuk ke area dalam pabrik, kelompok tersebut diduga membuat keonaran dan mengusir para karyawan yang sedang bekerja lembur. Tidak hanya intimidasi verbal (kata-kata), aksi tersebut juga berujung pada kekerasan fisik yang menyebabkan dua orang karyawan perusahaan menjadi korban penganiayaan.
"Aksi ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.54 WIB. Mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja kita yang sedang bertugas. Untuk nama-nama oknum yang terlibat, seluruhnya sudah kami serahkan secara resmi dalam berkas laporan di kepolisian," ujar MB mewakili perusahaan tersebut, usai laporan.
Perusahaan berharap agar di dunia kerja dapat menciptakan lingkungan industri yang kondusif. Kepastian keamanan dinilai menjadi pilar utama agar investasi yang masuk ke Jombang dapat berkontribusi positif bagi perekonomian daerah.
"Kami sangat berharap pihak keamanan, dalam hal ini Polres Jombang, dapat merespons laporan ini dengan baik. Penegakan hukum yang tegas sangat penting agar investasi dari PT Handsome maupun perusahaan-perusahaan lainnya di wilayah Jombang dapat berjalan aman, lancar, dan terbebas dari segala bentuk gangguan luar," tandasnya.
Editor : Zainul Arifin