get app
inews
Aa Text
Read Next : Dugaan Aksi Premanisme Perusahaan di Jombang, Kapolres: Kita Proses Sesuai Prosedur Hukum

Aksi Premanisme Teror Pekerja Pabrik di Jombang, Perusahaan Lapor Polisi

Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB
header img
Video rekaman CCTV pabrik, memperlihatkan sejumlah orang masuk pabrik tanpa izin diduga dalam kondisi pengaruh minuman keras. Foto Mojokerto.iNews.id/Aries

Mewakili pihak perusahaan, MB selaku pemegang mandat tanggung jawab PT Handsome Investments Indonesia, menyatakan bahwa langkah pelaporan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum dan upaya melindungi hak-hak pekerja.

Pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat memberikan respons cepat atas laporan dengan nomor LPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JATIM bertanggal 17 Juni 2026 tersebut.

"Aksi ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.54 WIB. Mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja kita yang sedang bertugas. Untuk nama-nama oknum yang terlibat, seluruhnya sudah kami serahkan secara resmi dalam berkas laporan di kepolisian," ujar MB saat diwawancarai wartawan.

Pihak perusahaan berharap agar di dunia kerja dapat menciptakan lingkungan industri yang kondusif. Kepastian keamanan dinilai menjadi pilar utama agar investasi yang masuk ke Jombang dapat berkontribusi positif bagi perekonomian daerah.

"Kami sangat berharap pihak keamanan, dalam hal ini Polres Jombang, dapat merespons laporan ini dengan baik. Penegakan hukum yang tegas sangat penting agar investasi dari PT Handsome maupun perusahaan-perusahaan lainnya di wilayah Jombang dapat berjalan aman, lancar, dan terbebas dari segala bentuk gangguan luar," tambah MB.

Insiden pengusiran dan penganiayaan di tengah malam ini berdampak langsung pada psikologis para pekerja di lapangan. Muncul keresahan di kalangan pekerja, khususnya mereka yang dialokasikan pada giliran kerja malam (shift malam).

"Kami yakin, Pemerintah Jombang, bahkan pihak kepolisian serta elemen pendukungnya mampu menciptakan iklim investasi di Jombang yang aman dan tidak ada aksi premanisme," tandasnya.

Dikonfirmasi hal itu, Polres Jombang membenarkan adanya laporan tersebut sebagaimana teregister dalam tanda terima laporan polisi.

Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum Satreskrim Polres Jombang, Ipda Rendro Lastono menyebut bahwa saat ini polisi telah memproses laporan tersebut dan melakukan penyelidikan.

"Benar mas, masih kami lakukan penyelidikan," kata Ipda Rendro saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut