get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekonomi Kota Mojokerto Tumbuh 6,05 Persen, Lampaui Jawa Timur dan Nasional

Sensus Ekonomi 2026 di Mojokerto Libatkan 99 Petugas, Masyarakat Diminta Terbuka dan Jujur

Senin, 15 Juni 2026 | 14:08 WIB
header img
Pengukuhan petugas sensus ekonomi 2026 di Kota Mojokerto. (Foto: Zainul Arifin)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Sensus Ekonomi 2026 di Kota Mojokerto resmi dimulai, melibatkan 99 petugas yang akan melakukan pendataan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan, keberhasilan sensus membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Seluruh camat, lurah, dan perangkat daerah diminta untuk membantu menyosialisasikan pelaksanaan sensus kepada masyarakat agar memahami pentingnya memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi riil.

Ika Puspitasari mengimbau masyarakat Kota Mojokerto untuk menerima petugas sensus dengan terbuka dan memberikan jawaban yang jujur sesuai kondisi sebenarnya.

"Sensus ekonomi bukan kegiatan perpajakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Statistik," kata Ning Ita panggilan akrab  Ika Puspitasari saat pengukuhan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (15/6/2026).

Dia menyampaikan bahwa Data adalah kompas yang menunjukkan arah perjalanan pembangunan. Tanpa data yang akurat, maka berisiko melangkah tanpa kepastian. "Karena itu, sensus ekonomi dapat dimaknai sebagai general check up bagi perekonomian kita," ucapnya.

Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang semakin strategis karena tidak hanya menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi dan karakteristik usaha, tetapi juga menangkap berbagai dinamika ekonomi baru yang berkembang pesat seiring perubahan zaman.

"Ekonomi digital, perdagangan online, pelaku usaha berbasis platform digital, hingga ekonomi berbasis lingkungan harus dapat terdata dengan baik. Jika perkembangan ekonomi yang begitu besar ini tidak tercatat, maka akan terjadi kehilangan data yang berdampak pada ketidakakuratan informasi ekonomi yang kita miliki," ujarnya.

Kepada para petugas yang baru dikukuhkan, Ita berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh integritas dan ketelitian. Tidak sekadar mencatat data, tetapi juga memastikan validitas dan akurasi setiap informasi yang dihimpun.

"Pastikan seluruh unit usaha, mulai dari usaha mikro, UMKM, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha digital dapat terdata dengan baik. Yang paling penting bukan hanya ada data, tetapi data yang valid dan akurat," pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mojokerto, Insaf Santoso, mengatakan sensus ekonomi 2026 merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk menghasilkan data ekonomi yang terkini, akurat, dan komprehensif.

"Sensus ekonomi tahun ini merupakan sensus ekonomi paket lengkap. Jika pada sensus sebelumnya sektor pertanian belum didata, maka tahun ini seluruh sektor ekonomi akan didata, mulai dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, perdagangan hingga jasa-jasa. Yang dikecualikan hanya administrasi pemerintahan dan rumah tangga," kata Insag

Hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran terbaru mengenai daya saing usaha dan peta perekonomian Kota Mojokerto. Selain itu, sensus juga akan memperbarui berbagai data ekonomi yang selama ini masih mengacu pada hasil pendataan sebelumnya.

"Kita akan mengetahui bagaimana struktur ekonomi Kota Mojokerto saat ini. Apakah sektor perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar, bagaimana perkembangan sektor pertanian, industri pengolahan, maupun usaha-usaha digital yang selama ini belum tergambar secara utuh," jelasnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut