get app
inews
Aa Text
Read Next : Wanita Muda Tewas di Kamar Mandi Kos di Jombang, Tetangga Sebut Ada Lebam di Wajah

Pembunuh Manusia Silver di Probolinggo Ditangkap di Kediri, Sempat Kabur Ke Banyuwangi dan Bali

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:09 WIB
header img
Terduga pelaku pembunuhan manusia silver dibekuk (Foto : iNews Probolinggo.id/Ar)

Probolinggo, iNewsMojokerto.id - Kasus pembunuhan seorang pengamen manusia silver di Kota Probolinggo, berinisial AWS (21), terungkap. Dua orang terduga pelaku berinisial NAS (28) dan AH telah ditangkap polisi. Keduanya diringkus di Kediri setelah sebelumnya kabur ke Banyuwangi dan Bali. Sementara, satu orang lainnya berinisial KA masih diburu polisi dan telah ditetapkan sebagai DPO.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengatakan bahwa para pelaku sempat melarikan diri ke sejumlah wilayah setelah diduga melakukan kekerasan hingga mengakibatkan AWS, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo meninggal dunia pada Senin (22/6/2026).

Jasad korban ditemukan di belakang Warkop Bu Maryam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

"Para pelaku ini terdeteksi melarikan diri ke arah Banyuwangi dan Bali. Kita terus ikuti hingga pelarian terakhir ditemukan bahwa mereka berada di wilayah Kediri," ujar AKBP Rico dikutip iNewsProbolinggo.id, Sabtu (1/8/2026).

Petugas kemudian bergerak menangkap mereka di sebuah kamar kos di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut Rico, hubungan antara korban dan para tersangka bukan orang asing. Mereka sebelumnya sering beraktivitas bersama sebagai pengamen di wilayah Kota Probolinggo.

"Mereka saling mengenal selama kurang lebih empat bulan terakhir. Mereka sesama pengamen bersama-sama di Kota Probolinggo, sehingga bisa dikatakan satu kelompok," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi kekerasan diduga terjadi setelah korban dan para tersangka mengonsumsi minuman keras bersama di sekitar lokasi kejadian. Perselisihan yang muncul kemudian berkembang menjadi penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut