Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Fair 2026, Alas Kaki Unggulan UMKM Kota Mojokerto Tembus Jepang
Advertisement . Scroll to see content

2 Tahun Berturut-turut Juara Umum, Kota Mojokerto Bawa Pulang 8 Penghargaan Fesyar Jawa 2026

Senin, 28 September 2026 | 11:05 WIB
  • author Zainul Arifin
2 Tahun Berturut-turut Juara Umum, Kota Mojokerto Bawa Pulang 8 Penghargaan Fesyar Jawa 2026
Wali Kota Mojokerto menerima penghargaan juara umum fesyar Jawa 2026 dari Wakil Gubernur Jawa Timur. (Foto: Zainul Arifin)

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - Kota Mojokerto kembali mempertahankan gelar juara umum pada Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa sekaligus mencatatkan gelar kedua secara berturut-turut pada ajang closing ceremony Fesyar Jawa 2026.

Tahun ini, Kota Mojokerto membawa delapan penghargaan dari 14 kategori yang diperlombakan dalam ajang tahunan itu. Tiga di antaranya Juara 1, yakni kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan, Rencana Aksi Daerah, dan Inovasi Sektor Ekonomi Syariah.

Selanjutnya, Juara 2 pada kategori Literasi Ekonomi Syariah serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Sedangkan tiga penghargaan lainnya diraih sebagai Juara 3, masing-masing pada kategori Zona Khas, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, dan Keuangan Mikro Syariah.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada ajang yang digelar di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Ika Puspitasari menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, keberhasilan mempertahankan predikat juara umum selama dua tahun berturut-turut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Saya tentu saja bersyukur bisa mempertahankan Juara Umum Festival Ekonomi Syariah selama dua tahun berturut-turut. Yang paling utama adalah kolaborasi. Untuk bisa berkomitmen di semua aspek sehingga memenuhi kategori yang ditetapkan, kuncinya adalah kolaborasi,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah memiliki peran dalam memberikan fasilitasi dan memastikan dukungan terhadap pengembangan berbagai sektor ekonomi syariah. Namun, komitmen tersebut perlu berjalan bersama dengan para pelaku di lapangan.

“Pemerintah daerah sifatnya memberikan fasilitasi. Tetapi para pelaku juga harus memiliki komitmen yang sama untuk bergerak. Bagaimana setiap sektor dan seluruh aspek di Kota Mojokerto kita upayakan memenuhi kategori syariah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan, termasuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan bagi umat muslim,” jelasnya.

Bagi Pemkot Mojokerto, capaian tersebut bukan sekadar mempertahankan predikat juara umum, tetapi menjadi dorongan untuk memastikan pengembangan ekonomi syariah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penguatan sektor usaha, akses keuangan, literasi, dan inovasi diharapkan semakin membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut