Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nyai Machfudhoh Putri Pendiri NU Wafat, Warga Nahdliyin dan Ponpes Tambakberas Jombang Berduka
Advertisement . Scroll to see content

Jelang Muktamar NU 2026, Kiai Ponpes Darul Ulum: Kita Butuh Sosok Menghidupkan Marwah NU!

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:01 WIB
  • author Zainul Arifin
Jelang Muktamar NU 2026, Kiai Ponpes Darul Ulum: Kita Butuh Sosok Menghidupkan Marwah NU!
Gus Irfan dan Gus Ulib saat istigasah dan peletakan batu pertama aula kantor PCNU Kabupaten Lombok Barat NTB. (Foto: Dok)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) kian menghangat menjelang muktamar ke-35 dijadwalkan Agustus 2026. Berbagai manuver politik organisasi mulai bermunculan, baik dalam bentuk pencalonan diri secara terbuka maupun pengusungan figur-figur strategis yang dinilai memiliki pengaruh kuat di tingkat nasional maupun daerah.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib menegaskan bahwa warga NU membutuhkan sosok yang bisa menghidupkan organisasi, dalam situasi apapun. 

"Jadi sosok yang bisa menghidupkan Marwah NU, Bukan yang hidup dari NU, yang memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," kata Gus Ulib kepada iNews.id di Jombang, Selasa (19/5/2026).

Gus Ulib menilai, figur yang tepat dan layak untuk dipertimbangkan memimpin NU adalah Menteri Haji dan Umrah,  KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan.

Menurut dia, Gus Irfan tidak hanya memiliki kemampuan manajerial di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kombinasi antara kedekatan dengan akar pesantren karena dzurriyah pendiri NU.

"Beliau ini dzuriah Mbah Hasyim Asy'ari, pendiri NU. Juga memiliki kemampuan manajerial yang tidak perlu diragukan lagi. Kapabilitas dan integritasnya sangat layak untuk memimpin PBNU ke depan,” ujar Kiai Ponpes Darul Ulum Jombang ini.

Posisi Gus Irfan di kabinet Presiden Prabowo Subianto juga dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi NU dalam membangun komunikasi yang setara dengan pemerintah tanpa membuat NU kehilangan independensi sebagai organisasi masyarakat sipil.

Pelaksanaan Muktamar NU ke-35 tahun 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. PBNU telah mengesahkan susunan panitia Munas, Konbes, dan Muktamar melalui surat keputusan resmi.

Isu konflik internal PBNU hingga polemik konsesi tambang memunculkan usulan tersebut sebagai dorongan perubahan menjelang Muktamar NU.

Gus Ulib mengharapkan muktamar kali ini menghasilkan perubahan organisisi serta harus mencerminkan bahwa NU adalah kekuatan civil society yang mampu mengorganisasikan dirinya sendiri, independen secara finansial, independen secara politik, dan independen secara intelektual dari negara maupun kekuatan apa pun.

“NU tetap harus menjadi payung besar bagi semua kader NU di berbagai partai dan kelompok," kata Gus Ulib.

Lebi lanjut, Kiai muda tersebut juga mengingatkan netralitas panitia agar pelaksanaan Muktamar berjalan adil, bermartabat, dan tidak memunculkan polemik baru di tubuh organisasi. Menurut Gus Ulib, organisasi akan kehilangan arah apabila nilai moral dan spiritual dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan.

“Ketika nilai moral dan spiritual dikeluarkan dari organisasi atau perkumpulan, maka yang tersisa hanyalah perebutan kekuasaan yang bisa menghilangkan rasa keadilan dan peradaban kemanusiaan,” ujarnya menegaskan.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut