Edukasi dari Lahan Sekolah: Siswa SMA di Jombang Panen Sayur dan Sajikan Kuliner Nusantara
Siswa diwajibkan menggunakan bahan organik seperti daun pisang atau kertas bekas layak pakai sebagai pembungkus makanan tradisional yang mereka sajikan.
Di saat yang sama, para siswa mengenakan busana adat dari berbagai daerah, menciptakan sinergi antara edukasi ekologi dan pelestarian identitas bangsa.
"Bungkusnya tidak boleh plastik. Anak-anak menggunakan daun atau kertas bekas. Ini bagian dari edukasi menuju kebiasaan ramah lingkungan sekaligus membiasakan siswa tidak membuang sampah sembarangan melalui penilaian kebersihan yang ketat," tambah Qoidatun.
Ketua OSIS SMAN Ploso Jombang, Anggi, mengungkapkan bahwa gelar karya ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan kekompakan antarkelas. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat yakni sekitar dua minggu, hasil akhirnya justru melampaui konsep awal yang direncanakan.
"Kegiatan ini melatih kolaborasi. Setiap kelas saling berbagi ide untuk menampilkan yang terbaik. Awalnya konsepnya sederhana, tetapi ternyata di luar ekspektasi karena antusiasme teman-teman yang sangat tinggi," kata Anggi.
Gelar karya ini disebutnya menegaskan bahwa pendidikan di sekolah menengah kini telah bergeser dari sekadar penguasaan teori di dalam kelas menuju praktik lapangan yang berdampak luas.
"Antusias siswa luar biasa. SMAN Ploso berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab terhadap lingkungan dan kecintaan pada budaya lebih efektif ditanamkan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan," pungkasnya.
Editor: Zainul Arifin