Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Khofifah Panen Sayur di SMA 2 Jombang, Tekankan Pemberdayaan Lahan Terbatas untuk Ketahanan Pangan
Advertisement . Scroll to see content

Edukasi dari Lahan Sekolah: Siswa SMA di Jombang Panen Sayur dan Sajikan Kuliner Nusantara

Rabu, 06 Mei 2026 | 19:59 WIB
  • author Aries
Edukasi dari Lahan Sekolah: Siswa SMA di Jombang Panen Sayur dan Sajikan Kuliner Nusantara
Kepala SMA Negeri Ploso, Qoidatun Nisak saat meninjau lapak makanan tradisional ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa. Foto: Mojokerto.iNews.id/Aries

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Ploso Jombang menunjukkan cara berbeda dalam memaknai pertambahan usia sekolah ke-43. Bukan sekedar seremoni, sekolah ini justru mengubah momentum itu menjadi laboratorium pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan ketahanan pangan, pelestarian budaya, hingga diplomasi lingkungan dalam satu rangkaian gelar karya kokurikuler, Rabu (6/5/2026).

Indikator keberhasilan edukasi di SMAN Ploso terlihat pada area kebun sekolah. Di sana, siswa kelas 10 dan 11 terlibat langsung dalam proses panen komoditas pangan seperti terong, kangkung, cabai, dan tomat. Bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan implementasi nyata pendidikan berbasis kemandirian.

Kepala SMAN Ploso, Qoidatun Nisak, menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam mengelola lahan sekolah bertujuan untuk mendekatkan mereka pada realitas ketahanan pangan nasional sejak dini.

"Kami ingin siswa tidak hanya merayakan, tetapi juga mengenal budaya serta terlibat dalam kegiatan kokurikuler yang bermakna. Panen ini adalah hasil jerih payah siswa yang kami bagi per kelas untuk dikelola," ujar Qoidatun diwawancarai wartawan di lokasi.

Di sisi lain lapangan, suasana berubah menjadi pasar kreatif yang menampilkan 15 stan kuliner nusantara. Namun, ada aturan ketat yang menjadi pembeda, yakni seluruh stan dilarang menggunakan kemasan plastik. Hal ini sejalan dengan program pengurangan sampah plastik yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Siswa diwajibkan menggunakan bahan organik seperti daun pisang atau kertas bekas layak pakai sebagai pembungkus makanan tradisional yang mereka sajikan.

Di saat yang sama, para siswa mengenakan busana adat dari berbagai daerah, menciptakan sinergi antara edukasi ekologi dan pelestarian identitas bangsa.

"Bungkusnya tidak boleh plastik. Anak-anak menggunakan daun atau kertas bekas. Ini bagian dari edukasi menuju kebiasaan ramah lingkungan sekaligus membiasakan siswa tidak membuang sampah sembarangan melalui penilaian kebersihan yang ketat," tambah Qoidatun.

Ketua OSIS SMAN Ploso Jombang, Anggi, mengungkapkan bahwa gelar karya ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan kekompakan antarkelas. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat yakni sekitar dua minggu, hasil akhirnya justru melampaui konsep awal yang direncanakan.

"Kegiatan ini melatih kolaborasi. Setiap kelas saling berbagi ide untuk menampilkan yang terbaik. Awalnya konsepnya sederhana, tetapi ternyata di luar ekspektasi karena antusiasme teman-teman yang sangat tinggi," kata Anggi.

Gelar karya ini disebutnya menegaskan bahwa pendidikan di sekolah menengah kini telah bergeser dari sekadar penguasaan teori di dalam kelas menuju praktik lapangan yang berdampak luas.

"Antusias siswa luar biasa. SMAN Ploso berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab terhadap lingkungan dan kecintaan pada budaya lebih efektif ditanamkan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan," pungkasnya.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut