Bulog Mojokerto Gandeng Gen Z Masuki Ekosistem Pertanian Modern
Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menekankan bahwa kegiatan ini adalah upaya mengubah mindset siswa mengenai prospek karir di bidang pertanian.
"Kami ingin memberikan insight nyata bahwa sektor pertanian bukan lagi soal lumpur semata, melainkan industri yang menjanjikan kesuksesan dan kesejahteraan jika dikelola secara profesional," ujar Husin.
Dalam tinjauan tersebut, Husin memaparkan data kekuatan stok pangan yang dikelola, di stok Cabang Mojokerto tercatat 72.000 ton beras, sementara stok nasional Perum Bulog tercatat ± 5 Juta ton beras.
Angka ini disebutnya menjadi bukti peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional, terutama di tengah tantangan global.
Selain aspek teknis, siswa juga diedukasi mengenai aspek regulasi ekonomi. Husin menyinggung implementasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini merupakan instrumen perlindungan bagi petani agar tetap mendapatkan nilai ekonomi yang kompetitif, sekaligus memicu minat Gen Z untuk terlibat dalam regenerasi petani Indonesia.
"Melalui pengalaman langsung menaiki alat mesin pertanian (alsintan) dan berinteraksi dengan praktisi lapangan, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi menjadi calon motor penggerak ketahanan pangan masa depan yang adaptif terhadap teknologi," pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin