get app
inews
Aa Text
Read Next : 12 SPPG Beroperasi di Kota Mojokerto, Masih Butuh Lima Lagi Untuk Program MBG

Bulog Mojokerto Gandeng Gen Z Masuki Ekosistem Pertanian Modern

Jum'at, 24 April 2026 | 15:06 WIB
header img
Para siswa saat diberikan edukasi pangan di Gudang Bulog Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Foto Mojokerto.iNews.id/Aries

JOMBANG, iNewsMojokerto.id– Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) Kantor Cabang Mojokerto melakukan langkah strategis untuk mengikis stigma negatif profesi petani di mata generasi muda atau Gen Z.

Melalui program Edu Wisata, puluhan siswa SMK Negeri Mojoagung Jombang diajak membedah langsung rantai pasok pangan nasional, mulai dari hulu di persawahan hingga hilir di gudang penyimpanan, pada Jumat (24/4/2026).

Langkah edukatif ini bertujuan untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai kompleksitas manajemen pangan dan peluang ekonomi di sektor agraria. Edukasi lapangan ini disusun secara sistematis untuk memperlihatkan alur kerja profesional dalam industri pangan.

Pertama adalah dari hulu atau fase akuisisi, perjalanan dimulai di lahan pertanian Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Siswa menyaksikan proses transaksi gabah antara petani dan Bulog yang dikawal oleh kolaborasi lintas sektoral, termasuk Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kedua adalah proses atau teknologi pengolahan, di PT Sinar Makmur Komoditas, siswa mempelajari standarisasi industri. Mereka mengamati penggunaan dryer (pengering) skala besar dan mesin penggilingan otomatis yang mengubah gabah menjadi beras layak konsumsi.

Ketiga adalah hilir atau manajemen stok, kegiatan berakhir di Gudang Bulog Sembung untuk meninjau infrastruktur penyimpanan.

Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menekankan bahwa kegiatan ini adalah upaya mengubah mindset siswa mengenai prospek karir di bidang pertanian.

"Kami ingin memberikan insight nyata bahwa sektor pertanian bukan lagi soal lumpur semata, melainkan industri yang menjanjikan kesuksesan dan kesejahteraan jika dikelola secara profesional," ujar Husin.

Dalam tinjauan tersebut, Husin memaparkan data kekuatan stok pangan yang dikelola, di stok Cabang Mojokerto tercatat 72.000 ton beras, sementara stok nasional Perum Bulog tercatat ± 5 Juta ton beras.

Angka ini disebutnya menjadi bukti peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional, terutama di tengah tantangan global.

Selain aspek teknis, siswa juga diedukasi mengenai aspek regulasi ekonomi. Husin menyinggung implementasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini merupakan instrumen perlindungan bagi petani agar tetap mendapatkan nilai ekonomi yang kompetitif, sekaligus memicu minat Gen Z untuk terlibat dalam regenerasi petani Indonesia.

"Melalui pengalaman langsung menaiki alat mesin pertanian (alsintan) dan berinteraksi dengan praktisi lapangan, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi menjadi calon motor penggerak ketahanan pangan masa depan yang adaptif terhadap teknologi," pungkasnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut