Kejar Target 883 Ribu Ton, Bulog Jatim Agresif Amankan Serapan Gabah di Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id– Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mulai tancap gas mengamankan stok pangan nasional di awal musim panen 2026. Fokus utama saat ini, memastikan setiap bulir padi petani terserap maksimal guna menjaga stabilitas harga dan mewujudkan swasembada pangan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, melakukan inspeksi langsung ke lahan persawahan di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (26/2/2026). Langkah jemput bola ini diambil untuk memantau efektivitas penyerapan gabah oleh jajaran Bulog Cabang Mojokerto-Jombang di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Langgeng mengungkapkan optimisme terhadap capaian awal tahun ini. Dari target penyerapan Jawa Timur sebesar 883.000 ton pada tahun 2026, realisasi per 25 Februari telah menyentuh angka 178.000 ton atau sekitar 20 persen.
"Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, realisasi Januari dan Februari kali ini jauh lebih tinggi. Ini adalah tren positif yang harus kita jaga untuk mendukung target nasional sebesar 4 juta ton," ungkap Langgeng kepada Mojokerto.iNews.id, di lokasi panen.
Kendati menunjukkan performa impresif, Bulog tetap mewaspadai dinamika iklim. BMKG memprediksi puncak curah hujan terjadi pada Februari, berpotensi menurunkan kualitas gabah jika tidak ditangani dengan tepat.
Menanggapi adanya banjir di beberapa titik seperti Jember dan Lamongan, Langgeng memastikan dampaknya terhadap produksi pangan di Jawa Timur belum masuk kategori mengkhawatirkan.
Editor : Zainul Arifin