get app
inews
Aa Text
Read Next : 1.500 Jemaah NU Jombang Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Masehi NU di Stadion Gajayana

Satu Tahun Warsubi-Salmanuddin, Kota Santri Jombang Kelihangan Ruh Pendidikan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:46 WIB
header img
Akademisi dari Universitas Darul Ulum Jombang, Najihul Huda. Foto Mojokerto.iNews.id/Dok Aries

Menurutnya, Jombang memiliki modal sosial yang luar biasa, yaknu pesantren, madrasah diniyah, budaya religius, dan tradisi keilmuan. Jika ini tidak diintegrasikan secara sistemik dalam kurikulum formal, maka Jombang akan kehilangan peluang menjadi model daerah berbasis karakter.

"Harmoni birokrasi itu penting. Tapi harmoni kebijakan dengan identitas kultural Jombang jauh lebih penting. Jika pendidikan karakter justru melemah, maka slogan 'membangun dengan kerja nyata dan doa' akan kehilangan substansi," ujarnya.

Ketidakpastian ini dinilai kontradiktif dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan SDM, serta pilar pendidikan berkualitas dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Tanpa payung regulasi jangka panjang, kebijakan pendidikan di Jombang dikhawatirkan hanya menjadi komoditas politik lima tahunan yang kehilangan visi peradaban.

"Satu tahun adalah awal. Tapi jika arah tidak segera diperjelas, maka yang tersisa hanya seremoni capaian. Jombang tidak hanya butuh jalan dan gedung. Jombang butuh generasi berkarakter. Dan pendidikan adalah jantungnya," pungkasnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut