Parah! 112 Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seksual di Jombang Sepanjang 2025
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Women’s Crisis Center (WCC) Jombang, Jawa Timur mencatat tren kasus kekerasan berbasis gender dan seksual di Jombang hingga saat ini meningkat.
Direktur WCC Jombang Ana Abdillah mengatakan, dari Catatan Tahunan 2025, pihaknya menerima 102 aduan yang teridentifikasi menjadi 127 kasus kekerasan dengan 112 perempuan sebagai korban. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibanding dua tahun sebelumnya, yakni 86 kasus pada 2023 dan 112 kasus pada 2024.
"Data di 2025 menunjukkan bahwa satu korban dapat mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan dalam satu rangkaian peristiwa," kata Ana dalam rilis tertulis, Selasa (10/2/2026).
Dia menjelaskan, kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan paling dominan dengan 75 kasus, meliputi perkosaan 34 kasus, pelecehan seksual 20 kasus, kekerasan seksual berbasis elektronik 14 kasus, pemaksaan perkawinan 4 kasus, hingga pemaksaan aborsi 3 kasus.
"Dampak yang dialami korban sangat nyata, di antaranya 13 korban mengalami bullying dan victim blaming, 4 korban putus sekolah, serta 7 korban mengalami kehamilan tidak diinginkan," jelasnya.
Selain itu, pihaknya mencatat 45 kasus kekerasan dalam rumah tangga serta satu kasus perkosaan disertai pembunuhan berencana. Dampak KDRT juga serius, termasuk 3 korban yang mengalami infeksi menular seksual dan HIV/AIDS, serta 4 perempuan yang justru berhadapan dengan hukum sebagai terdakwa sebagai dampak dari situasi kekerasan yang mereka alami.
"Dalam banyak kasus, pelaku merupakan orang terdekat korban, seperti pasangan atau anggota keluarga, yang menunjukkan bahwa kekerasan sering terjadi dalam relasi kuasa yang timpang di ruang domestik dan institusional," katanya.
Ana menyampaikan bahwa lingkungan kerja mencatat 6 kasus kekerasan sepanjang 2025, dengan pelaku dominan berasal dari atasan dan rekan kerja, menunjukkan ketimpangan relasi kuasa serta lemahnya mekanisme pengaduan dan perlindungan pekerja.
Editor : Zainul Arifin