PDIP Jombang dan Eks Dewas KPK Prof Hardjono, Urai Benang Kusut Demokrasi
"Kita perlu membedah fakta, apa yang sebenarnya sedang terjadi hari ini. Ada langkah strategis yang harus kita tentukan untuk memastikan cita-cita keadilan sosial tidak hanya menjadi slogan kosong di masa depan," tegas Sumrambah.
Dalam pernyataannya, Wakil Bupati Jombang periode 2018-2025 itu juga melontarkan kritik tersirat terhadap adanya pihak-pihak yang mencoba untuk melencengkan arah proklamasi. Sumrambah mewanti-wanti adanya resistensi dari kelompok tertentu yang tidak menghendaki terciptanya Indonesia yang sentosa dan berkeadilan.
"Mencapai Indonesia yang sentosa itu berat karena ada pihak tertentu yang memiliki agenda berbeda dengan napas nasionalisme kita. Kami, kaum nasionalis, sudah berjanji bakti. Perjuangan membumikan Pancasila adalah harga mati di tengah gempuran kepentingan yang kian kompleks," ujarnya.
Lebih jauh, Sumrambah menegaskan pentingnya soliditas di internal kaum nasionalis. Ia menyerukan agar gesekan antar-faksi segera diakhiri demi menghadapi tantangan global dan domestik yang semakin predatorik.
"Tantangan ke depan bukan semakin ringan. Tidak boleh ada lagi faksi atau perpecahan. Jika kaum nasionalis tidak bersatu padu, Indonesia Raya yang kita cita-citakan akan sulit dipertahankan," pungkas Sumrambah.
Editor : Zainul Arifin