Kemenkes Ungkap Temuan Mengejutkan, Insiden Keracunan Massal Makanan Bergizi Gratis di Mojokerto
Meski tata letak bangunan dinilai telah memenuhi kriteria luas dan kebersihan, Kemenkes menemukan sejumlah pelanggaran teknis yang harus segera diperbaiki sebelum fasilitas diizinkan beroperasi kembali secara penuh.
Di antaranya penataan alat pembasmi serangga (insect killer) yang tidak sesuai titik keamanan pangan, kurangnya sarana pencucian tangan yang memadai bagi staf pengolah makanan dan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan pengawasan tidak hanya bersifat insidental pasca-kasus, tetapi berkelanjutan.
Terkait penyebab pasti keracunan soto ayam dalam Program MBG tersebut, Kemenkes masih menunggu hasil uji laboratorium klinis. Kemenkes berkomitmen akan menerbitkan rekomendasi lintas kementerian untuk memperketat regulasi operasional SPPG di seluruh daerah guna memastikan program strategis nasional itu tidak justru menjadi ancaman bagi kesehatan siswa akibat lemahnya kontrol kualitas pangan.
Diketahui, ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, dan diare, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis, soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto, pada Jumat (9/1/2026), lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, jumlah korban tercatat telah mencapai 384 orang. Dari jumlah itu sebanyak 158 orang di antaranya masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Mojokerto.
"Data terbaru sampai dengan pukul 20.00 WIB (kemarin) jumlah (korban keracunan) 384 orang, rawat inap 158 orang," kata Teguh, Selasa (13/1/2026).
Para korban diduga keracunan dirawat di 16 fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang disediakan oleh pemerintah setempat. Yakni di RS Dharma Husada Ngoro; RSUD Prof. dr. Soekandar; RSUD Sumberglagah; RS Mawaddah Medika; RSI Arofah, RS Kartini; RS Sidowaras; RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo; RS Dian Husada; RSI Sakinah; Puskesmas Kutorejo; Puskesmas Bangsal; Puskesmas Dlanggu; Puskesmas Pacet; dan Puskesmas Gondang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama pihak terkait terus memantau situasi secara ketat. Seluruh puskesmas dan rumah sakit yang menangani korban diinstruksikan melaporkan perkembangan kondisi pasien secara berkala setiap satu jam.
Editor : Zainul Arifin