get app
inews
Aa Text
Read Next : Kerugian Kebakaran Pabrik Sepatu di Jombang Capai Rp10 Miliar, Polisi Ungkap Penyebabnya

Kebakaran Pabrik Sepatu Karya Mekar Jombang Ada Unsur Kelalaian, Polisi: Tunggu Hasil Labfor

Minggu, 04 Januari 2026 | 08:36 WIB
header img
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus kebakaran pabrik sepatu karya mekar di Jl Soekarno-Hatta. Foto: iNewsMojokerto/Dok. Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Kebakaran pabrik sepatu Karya Mekar berlokasi di Jl Soekarno-Hatta, Mojongapit Jombang pada akhir tahun lalu diduga ada unsur kelalaian, hal itu berdasarkan laporan polisi, saat itu. Pun demikian, polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim) keluar.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa tim Labfor sudah turun lokasi setelah peristiwa itu terjadi. Namun, hasilnya sampai saat ini belum keluar.

"Kebakaran kemarin, Bidlabfor (bidang Labfor) sudah turun melaksanakan olah TKP setelah sebelumnya dilakukan status quo. Sampai saat ini kita masih menunggu hasil apa sekiranya penyebab kebakaran itu," kata Dimas dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Dari indikasi awal pemeriksaan saksi-saksi, disebut Dimas Robin, tidak ada unsur kesengajaan. Pun demikian, pihaknya masih tetap menunggu hasil pasti dari bidlabfor. Mantan Kasateskrim Polres Tuban ini pun berjanji akan segera menyampaikan kepada publik apabila hasil Labfor keluar. 

"Kalau di LP (laporan polisi) dugaannya kealpaan (kelalaian), tapi nanti kembali lagi hasil bidlabfor, kalau memang tidak ada unsur kealpaan ya nanti dihentikan karena tidak ada tindak pidananya. Apabila sudah turun (keluar) dari bidlabfor kita sampaikan kemudian," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran dahsyat pabrik sepatu 'karya mekar' terjadi pada Sabtu (20/12/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Insiden itu membuat sejumlah karyawan yang baru masuk kerja panik berhamburan. Warga sekitar beramai-ramai melihat kebakaran hebat dan merekam video melalui ponsel dari jarak jauh.

Dalam peristiwa itu, sebanyak 40 personel dibantu relawan dan 4 unit mobil pemadam ditambah dari Pabrik Gula serta mobil suplai dinas lingkungan hidup dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, dari pengitungan awal polisi menyebut total kerugian materil mencapai Rp10 miliar. Polisi juga menyebut dugaan awal karena korsleting listrik.

Selama proses penyelidikan, polisi menetapkan pabrik bekas terbakar status quo, artinya kondisinya masih seperti apa adanya setelah mengalami kebakaran, tanpa boleh dilakukan aktivitas baru, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut