Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Otak Penculikan Satu Keluarga di Jombang Susul Anak Buah ke Penjara, 2 Pelaku Masih Buron
Advertisement . Scroll to see content

Pengakuan Tukang Las Jombang Sering Terjun ke Lembah Hitam, Berkali-kali Diperingatkan Istri!

Jum'at, 03 Mei 2024 | 10:05 WIB
  • author Zainul Arifin
Pengakuan Tukang Las Jombang Sering Terjun ke Lembah Hitam, Berkali-kali Diperingatkan Istri!
Tersangka pengedar narkoba di Jombang. Foto iNewsMojokerto/Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Bisnis sabu-sabu membawa Imam Sutrisno ke jeruji besi. Dia ditangkap Unit 1 Satresnarkoba Polres Jombang, Jawa Timur. Saat itu, tukang las tersebut ditangkap di rumahnya di Desa Diwek Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Di hadapan polisi, Imam mengaku sudah lima bulan terakhir ini terjun ke lembah hitam. Selama itu, Imam  mengaku sudah 4 kali mengambil barang dari sesorang untuk dijual. Untuk 1 gram sabu, ia ecer menjadi 16-18 paket dengan berat rata-rata 0,22 gram. "Keuntungan 1 gram sabu itu sekitar Rp800 ribu," ungkap Imam, Kamis (2/5/2024).

Pria berusia 35 tahun tersebut mengaku jika istrinya mengetahui bisnis haram yang dilakoninya. Bahkan Imam selalu diperingatkan oleh istrinya agar tidak mengedarkan narkoba karena melanggar hukum. Namun, peringatan istri tak pernah dihiraukan.

"Istri saya tahu, sering mengingatkan dan melarang mengedarkan sabu-sabu. Tapi tidak saya hiraukan. Saya memang bandel. Sekarang kapok tidak akan mengulangi lagi," kata Imam dengan tertunduk lesu.

Imam berdalih terpaksa mengedarkan sabu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Sebab, bapak satu anak itu sudah 5 bulan ini menganggur karena tidak ada pesanan jasa las listrik. "Uangnya buat kebutuhan sehari-hari," dalihnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut