Keberhasilan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pihak sekolah, tenaga pendidik, pemerintah, orang tua, dan masyarakat.
Sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan setiap anak mendapat hak pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut.
Para personel polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah, diharapkan selalu menjadi teladan sekaligus sahabat bagi para siswa.
Pendekatan yang humanis dan persuasif harus dikedepankan dengan membangun komunikasi, mendengarkan keluhan siswa, serta melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, kepala sekolah dan guru BK, untuk terus memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik, sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara tepat dan mengedepankan solusi terbaik.
"Kepada anak-anakku, para pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah masing-masing. Jangan ragu untuk merangkul teman-teman kalian dan jadilah mata serta telinga yang aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman," pesan Yanto.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
