Ia juga menyampaikan, prestasi Jombang kini sukses mengembangkan benih varietas tembakau lokal bersertifikat. Kualitas benih ini bahkan telah menjadi rujukan studi bagi daerah lain seperti Gresik dan Blitar.
Sementata itu, Bupati Jombang Warsubi menambahkan, peningkatan produksi wajib diimbangi penguatan jejaring pemasaran dan kemitraan strategis. Tembakau Jombang yang memiliki karakter dan cita rasa khas harus dikelola dari sisi agribisnis hingga agroindustri.
"Petani membutuhkan kepastian pasar dan harga yang wajar, sementara pabrikan membutuhkan kualitas yang terjaga. Keduanya harus diuntungkan," katanya.
Dikatakan Warsubi, ke depan regenerasi petani juga harus didorong. Pertanian tembakau adalah sektor usaha yang memiliki masa depan cerah bagi generasi milenial.
Warsubi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani tembakau, penyuluh pertanian, pelaku usaha, pabrik, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan tembakau di Kabupaten Jombang.
"Mari kita terus bangun kerja sama yang baik, agar tembakau Jombang semakin dikenal, semakin memiliki daya saing, dan semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
