JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Pemerintah kabupaten Jombang mengklaim Sektor pertanian tembakau di daerah itu sangat menjanjikan. Dalam agenda Pembinaan dan Panen Raya Tembakau 2026 di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, terungkap potensi perputaran ekonomi dari komoditas tembakau di wilayah Utara Brantas diproyeksikan menembus angka Rp487 miliar.
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Much. Rony menyampaikan bahwa hingga akhir September 2026, luasan lahan tembakau di Jombang telah mencapai 6.508,7 hektare.
Sentra utama berada di kawasan utara Sungai Brantas, meliputi dari yang terluas di Kecamatan Kabuh, Ploso, Plandaan, disusul Kudu dan Ngusikan.
"Produktivitas daun basah kita mencapai 15 hingga 17 ton per hektare," kata Rony saat menghadiri Panen Raya Tembakau 2026.
Menurut Rony, Jika dikalkulasikan dengan harga terendah Rp5.000 per kilogram saja, potensi ekonomi yang berputar nyaris menyentuh setengah triliun rupiah.
"Ada sekitar 15.000 petani yang roda perekonomiannya digerakkan oleh komoditas ini," ujarnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
