Masykuri menyebut, alumni Tebuireng Jomban saat ini memiliki latar belakang dan kompetensi beragam dan tersebar di berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, ekonomi, teknokrasi, birokrasi, politik, keagamaan, pendidikan hingga lingkungan.
Pun demikian, pihaknya tidak secara khusus meminta posisi tertentu dalam kepengurusan PBNU. Hingga kini, pihaknya juga tidak menanyakan ataupun berharap agar alumni Tebuireng Jombang mendapatkan posisi dalam struktur PBNU. "Kami memberikan hak sepenuhnya kepada beliau untuk menyusun kepengurusan," ucapnya.
Masykuri berharap kepengurusan PBNU ke depan semakin mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. "Harapan kita adalah PBNU ke depan akan semakin baik, terutama khidmatnya terhadap bangsa dan negara, bahkan dunia," kata dia.
Dirinya menilai NU memiliki posisi penting dalam kehidupan kebangsaan karena hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.
"NU hadir untuk memberikan berbagai macam solusi atas berbagai problem yang dihadapi pemerintah, bangsa, dan negara. NU hadir di tengah-tengah masyarakat, bangsa, dan negara," tuturnya.
Masykuri juga menekankan pentingnya NU tetap menjalankan politik kebangsaan tanpa terjebak dalam politik praktis. "Maka posisi NU ini adalah dalam konteks politik kebangsaan, bukan politik praktis," ujarnya.
Ia optimistis Gus Kikin dapat membawa NU kembali pada prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam Qanun Asasi sebagai pijakan dalam menjalankan roda organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
