Agenda internasional Gus Yahya berlanjut setelah berakhirnya masa kepemimpinannya di PBNU. Pada Desember mendatang, putra pasangan KH Muhammad Cholil Bisri dan Nyai Muhsinah itu akan bertolak ke Amerika Serikat.
“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” katanya.
Langkah itu menunjukkan aktivitas Gus Yahya di tingkat internasional tidak berhenti setelah purna tugas dari struktur kepemimpinan PBNU. Ia memiliki ruang lebih luas untuk kembali mengembangkan agenda dialog antaragama, Humanitarian Islam, serta gagasan mengenai nilai-nilai peradaban bersama.
Melalui CSCV dan Bayt ar-Rahmah, Gus Yahya akan tetap berada dalam jejaring global yang mempertemukan pemimpin agama, intelektual, dan berbagai kelompok masyarakat untuk membangun percakapan lintas keyakinan.
Dengan demikian, berakhirnya masa kepemimpinan di PBNU dapat menjadi babak baru bagi Gus Yahya: dari pusat dinamika organisasi ke ruang dialog global, membawa agenda Islam Kemanusiaan sebagai jembatan untuk memperkuat perdamaian dan kerja sama antaragama.
Sementara, Yayasan Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) menegaskan terus akan bekerjasama dengan Gus Yahya dalam setiap program khususnya kemaslahatan umat. YANMU adalah lembaga filantropi dan kemanusiaan yang aktif untuk mendukung program sosial, kesehatan, serta dakwah.
“Kita teruskan kerja sama dengan program-program Gus Yahya,” kata Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H Baswara.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
