Turats Jadi Sumber Kekayaan Intelektual
Khofifah menjelaskan, turats merupakan manuskrip yang merekam pemikiran dan karya keilmuan ulama pada masa lalu.
Menurut dia, manuskrip tersebut dapat menjadi pintu untuk mengenali kembali kedalaman keilmuan ulama Nusantara yang selama ini belum banyak diketahui dunia. Ia menyebut karya-karya ulama Nusantara memiliki kekayaan keilmuan yang dapat disejajarkan dengan tradisi intelektual besar dalam sejarah Islam.
"Jadi mereka yang ingin menemukenali kedalaman keilmuan ulama-ulama kita, maka mereka bisa melihat kembali betapa bahwa ada Ibnu Sina, ada Al-Farabi, ada Al-Jabar. Nah, itu keilmuan itu ternyata juga dimiliki oleh ulama-ulama kita," tuturnya.
Khofifah juga mengapresiasi upaya digitalisasi dan penerbitan kembali turats yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebagian karya, kata dia, telah didigitalisasi, sementara sebagian lainnya telah disajikan dalam bentuk ikhtisar.
"Saya rasa referensi kita akan makin kaya, bagaimana kedalaman keilmuan ulama-ulama Nusantara dari ratusan tahun yang lalu sampai dengan hari ini keilmuannya tetap update untuk bisa membaca berbagai fenomena hari ini dan akan datang," tandasnya.
Editor : Zainul Arifin
Artikel Terkait
